BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) masih melakukan proses pemetaan terhadap sekolah jenjang SMA/sederajat yang akan menjadi pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2017.

Sedikitnya ada 100 SMA/sederajat yang dipetakan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Bumi Tambun Bungai itu. Namun dari jumlah itu, pihak Disdik Kalteng sementara ini hanya mampu menjaring 82 sekolah yang dinilai layak melaksanakan UNBK.

“Kami telah membentuk tim yang saat ini terus bergerak ke kabupaten/kota untuk memetakan sekolah-sekolah yang layak melaksanakan UNBK tahun 2017,” kata Sekretaris Disdik Kalteng Gajali Rahman, kemarin, di Palangka Raya.

Gajali mengatakan, meskipun pelaksanaan ujian nasional untuk jenjang SMA/sederajat diwajibkan berbasis komputer, namun kondisi di Kalteng tetap tak bisa dipaksakan. Sebab, tak seluruh sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan UNBK. Pasalnya, sekolah pelaksana minimal memiliki 20 unit komputer, jaringan internet, serta suplai daya listrik yang memadai.

“Jadi, UN dengan sistem manual atau berbasis kertas pun masih berpeluang dilaksanakan di sebagian sekolah di Kalteng. Artinya, pelaksanaan UNBK di daerah ini kemungkinan besar belum bisa 100 persen untuk jenjang SMA/sederajat,” imbuh Gajali.

Ia memastikan, pemerintah berusaha tidak menyulitkan siswa dalam pelaksanaan UN. Sehingga pelaksanaan UN sistem manual menggunakan pensil dan kertas masih bisa dilaksanakan.

“Kami akan melaporkan secara langsung perkembangan kesiapan pelaksanaan UN tahun 2017 melalui surat elektronik dan data pokok pendidikan (dapodik),” katanya.

Pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan Kemendikbud terhadap perkembangan pelaksanaan UNBK di Kalteng. Sehingga semua perkembangan dan informasi pemerintah pusat terus dipantau. (DEWI KENCANA WATY)