BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara, Ompie Herby melepas kontingen dari Barito Utara yang akan mengikuti seleksi perekrutan anggota Polri di Polda Kalimantan Tengah, Sabtu (15/4/2017) di halaman Mapolres Barito Utara.

Wakil Bupati Barito Utara, saat membacakan sambutan Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan, tugas pokok Kepolisian Republik Indonesia (Polri) adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

"Dari tugas pokok di atas mengandung sebuah pengertian dan tanggung jawab, dimana pada saatnya nanti saat lulus dalam seleksi dan dikukuhkan, generasi muda penerus yang mengemban tugas-tugas pokok tersebut," terang Ompie di hadapan para peserta.

Ia menyampaikan, saat ini Polri menghadapi banyak tantangan yang semakin kompleks seperti pemberantasan narkoba, korupsi, pencucian uang, terorisme, cyber crime, perdagangan orang, kelompok-kelompok radikal, dan lainnya. Kejahatan-kejahatan tersebut, sudah bersifat transnasional dan memiliki jaringan global.

Polri juga bukan hanya mengurusi keamanan dan ketertiban di dalam negeri, akan tetapi juga terlibat dalam maslah-masalah keamanan dan ketertiban regional maupun antarbangsa. "Sebagaimana yang ditempuh oleh kebijakan PBB yang telah meminta pasukan polisi termasuk Indonesia, misalnya di Afrika Selatan dan Kamboja. Maka dapat dipastikan tugas anak-anakku sekalian tidaklah beda," jelasnya.

Wabup Ompie juga berpesan kepada kontingen, agar dapat mengikuti tes dan pendidikan sebaik-baiknya, serta siapkan mental dan fisik. Jaga nama baik Barito Utara yang melekat sebagai asal pendaftaran, tetap jaga keeratan dan optimistis, yang terpenting lagi adalah selalu melaksanakan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. "Terapkan semangat dari semboyan daerah kita yakni Iya Mulik Bengkang Turan," tegasnya.

Dia juga mengingatkan, keberhasilan yang didapatkan jangan membuat diri menjadi sombong dan dapat menjerumuskan diri sendiri. "Banyak hal yang terjadi ketika mereka sukses dan menjadi anggota polri, karena tinggi hatinya membuat mereka lupa bahwa dalam polri ada peraturan-peraturan yang harus ditaati, serta terdapat hal-hal yang harus dipatuhi," pungkasnya.(RAMADHANI/B-2)