BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah ‘memaksakan’ supaya tahun ini seluruh SMP/MTs dan SMA/MA/SMK melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Celakanya kebijakan tersebut tak diimbangi dengan penyediaan perangkat yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.
Akibatnya, sedikitnya 41 sekolah jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di Provinsi Kalimantan Tengah menumpang UNBK di sekolah lain. Sebab, sekolah-sekolah tersebut belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melaksanakan UNBK. Di antaranya, belum tersedianya komputer dalam jumlah yang cukup, belum adanya jaringan internet, serta belum memadainya daya listrik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Gazali Rahman tak menampik kalau masih ada puluhan sekolah di Bumi Tambun Bungai itu yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri akibat keterbatasan fasilitas. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 13 SMA, 20 SMK, dan delapan SMP/MTs.
“Data terakhir bahwa dari 122 sekolah yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri hanya 81 sekolah. Terdiri atas 34 SMA, 33 SMK, dan 14 SMP/MTs,” kata Gazali, kemarin, di Palangka Raya.
Ia mengakui, data yang bersumber Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut sewaktu-waktu bisa berubah, sehingga kemungkinan bertambahnya jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK masih terbuka lebar.
Gazali menjelaskan, sekolah yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri adalah sekolah yang dari segi fasilitas sangat memadai. Antara lain ketersediaan komputer dalam jumlah yang cukup, server, jaringan internet, dan daya listrik. Sementara genset sebagai pembangkit listrik cadangan sebagian sekolah sudah memilikinya.
“Kita semua berharap pelaksanaan UNBK nanti berjalan dengan lancar,” demikian Gazali. (DEWI KENCANA WATY)








