BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekolah pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2017 tingkat SMA sederajat di Provinsi Kalteng diharapkan bisa berjalan dengan sesuai target Kemendikbud. Hal ini mengingat program ujian ini masih banyak dikeluhkan oleh sebagai sekolah.

Kepala bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Hamka, kemarin di Palangka Raya mengatakan, pihak Disdik masih memperhitungkan pelaksanaan ujian sesuai target pemerintah, karena masih adanya kendala seperti disebabkan adanya kebijakan pemerintah yang baru menetapkan pelaksanaan UNBK hanya satu gelombang.

Sementara pada awalnya, pemerintah memberikan kebijakan akan melaksanakan UNBK dalam dua gelombang, jika dua gelombang, pihaknya menargetkan sekolah pelaksana UNBK di atas 50 persen.

Saat ini, sekolah-sekolah yang menjadi peserta UNBK sedang melakukan tahapan sosialisasi baik kepada siswa maupun kepada wali murid. Sosialisasi ini bertujuan agar para orang tua bisa memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk bisa mengikuti UNBK sesuai ketentuan yang ada.

Selain itu, disdik juga meminta partisipasi orang tua untuk mengizinkan yang akan ikut UNBK meminjam komputer atau laptop siswa bagi sekolah yang kekurangan fasilitas.

" Sedangkan untuk server dan peralatan lainnya, sejumlah sekolah itu dari hasil verifikasi tim sudah siap, namun pihak sekolah masih banyak yang menyatakan belum siap karena kekurangan komputer pendukung" kata dia.

Sebelumnya pada akhir tahun 2016, katanya, pemerintah memberikan kebijakan dengan memperbolehkan peserta ujian dari sekolah lain melaksanakan ujian pada sekolah lain yang memiliki fasilitas UNBK lengkap.

Bahkan tidak hanya ke sekolah sederajat, melainkan juga boleh meminjam ke sekolah lain atau sarana perkantoran yang terdekat yang memiliki fasilitas CBT.

“ Untuk itu kita harapkan pemerintah bisa memberikan kebijakan agar memberi kelonggaran, dalam pelaksanaan UNBK dan sekolah bisa segera dibantu dari segi sarana pendukung,” pungkas dia. (DEWI KENCANA WATY)