BORNEONEWS, Yogyakarta - Belakangan ini pemberitaan tentang Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah begitu marak. Sayangnya, karena itu bukan karena prestasinya , tapi akibat begitu banyak kegaduhan yang muncul. Kondisi ini diyakini tak lepas dari keikutsertaan Katingan dalam Pilkada Serentak 2018.Jangan membuat buruk nama Katingan hanya untuk kepentingan politik.


"Banyak pemberitaan yang terkesan dicampur dengan kepentingan-kepentingan politik. Tak ayal pemberitaan tersebut mempengaruhi nama baik Katingan. Bahkan pemberitaan tentang Katingan tersebut terdengar jelas sampai diluar pulau Kalimantan," kata Ary Pratama Putra, salah satu pendiri dan pengurus aktif Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Katingan Daerah Istimewa Yogyakarta (HIMAPAKAT DIY), dalam wawancara dengan Borneonews, Minggu (16/4/2017). 


Pria kelahiran Pendahara, 12 Juni 1994 itu mengaku prihatin. Pasalnya, sekarang nama Katingan memang mulai dikenal di lingkungan Yogyakarta, tetapi bukan yang positif. Bahkan, sejak maraknya kasus menghebohkan di Katingan beberapa bulan lalu, banyak yang tahu tentang Katingan. Padahal, dulu cuma beberapa orang yang tahu, itupun orang-orang yang berasal dari Kalimantan Tengah.


Menurut Ary, hal ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh forum mahasiswa yang ada di Yogya dalam hal ini HIMAPAKAT DIY. Ia mengaku sedih dengan keadaan Katingan sekarang, karena orang-orang penting terlalu sibuk dengan politik, dan tak segan saling menjatuhkan satu sama lain demi kepentingan pribadi atau golongan.


"Imbasnya nama Katingan mulai terdengar di publik dan kebanyakan yang terdengar bukan prestasi, tapi malah seakan-akan kelihatan bobroknya kabupaten ini. Padahal kami di sini, di tanah rantau, di kampung orang setengah mati mempromosikan Katingan,” urainya.


Padahal, HIMAPAKAT DIY begitu antusias untuk mempromosikan Kabupaten Katingan walaupun bisa dibilang dukungan dari pemerintah daerah belum menggembirakan.


Seperti diketahui HIMAPAKAT DIY sedang mempersiapkan diri dalam keikutsertaan di event Festival Mini Isen Mulang, 11-13 Mei mendatang di Yogyakarta. Pemuda kelahiran Pendahara, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan ini berharap apa yang mereka lakukan di situ bisa diperhatikan oleh pemerintah daerah atau pemangku-pemangku jabatan yang ada di Katingan. Karena biar bagaimanapun apa yang mereka lakukan tersebut membawa nama baik Katingan.


“Jika pun tidak bisa membantu kami setidaknya tolong jangan memperburuk nama Katingan. Percayalah kami di sini ingin Katingan bisa dikenal orang banyak karena prestasinya,” tegas Ary Pratama Putra. (RO/*/N).