BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Hary Rahmad Panca Setia meminta pemerintah kabupaten tidak hanya diam menghadapi permasalahan galian c.
"Masalah ini sangat urgen. Maka dari itu pemkab jangan diam dan hanya wacana saja akan melakukan langkah-langkah konkret. Harus ada tindakan nyata dan segera karena ini menyangkut masalah perut," kata Hary, Minggu (16/4/20017).
Menurut dia, dengan berhentinya kegiatan galian C, banyak yang dirugikan. Bahkan masyarakat tidak bisa bekerja. Mulai dari kalangan tingkat bawah seperti tukang, sopir truk, hingga pembangunan secara keseluruhan.
"Kasihan masyarakat ataupun pihak yang berkaitan langsung, ini kita bicara kalangan bawah, belum lagi pengusaha bangunan, mereka teriak karena tidak ada yang membeli bahan bangunan mereka. Kalau pengusaha bisa bertahan, tapi mereka punya karyawan yang harus digaji. Ini yang harus jadi perhatian," ucapnya.
Berhentinya galian C, sambung dia, berdampak luas dari sisi pekerjaan dan pembangunan. "Yang kita sayangkan itu, ini bukan masalah baru. Kenapa pemkab sampai saat ini belum bisa menyelesaikannya? Kita tidak bisa juga sepenuhnya menyalahkan pengusaha. Harusnya pemkab aktif. Apalagi mereka tahu kalau sebagian besar usaha itu ilegal," ucap Hary.
Untuk itu, Ketua DPC Hanura Kotim tersebut berharap persoalan ini tidak berlarut-larut guna menghindari dampak yang lebih besar.
"Jangan sampai masyarakat turun ke jalan melakukan aksi. Ini yang harus diantisipasi agar penyelesaian cepat dilakukan," pinta Hary. (NACO/B-3)








