BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebelumnya, Alqoni (35) adalah seorang penjual ayam krispi di bilangan Seth Adji, Palangka Raya. Seiring tingginya persaingan, Bapak dua anak ini kemudian banting setir ke jualan aneka gorengan. Mulai dari jamur krispi, tahu bulat hingga singkong keju. Bahkan pria asal Kediri Jawa Timur ini kemudian membuka cabang di bilangan RTA Milono Palangka Raya sementara yang di Seth Adji dipegang oleh adiknya.
Seiring dengan makin banyaknya langganan, Alqoni menciptakan varian baru bagi menu jamur krispi ini. Jika sebelumnya ia hanya menjual jamur krispi berbahan dasar jamur tiram, Alqoni kemudian membuat jamur krispi berbahan dasar jamur kuping yang termasuk jenis jamur hutan karena tumbuhnya di hutan.
"Tapi sekarang harganya sudah mencapai Rp170.000 per kilogram. Padahal biasanya cuma Rp130.000 sampai paling mahal Rp150.000. Kalau Rp170.000 bagaimana saya jualnya. Terpaksa ya nggak saya beli, biar aja kosong, jamur tiram saja," kata Alqoni kepada Borneonews, Minggu (16/4/2017).
Untuk mengakalinya, pria yang sudah menetap di Palangka Raya sejak tahun 1994 ini kemudian membuat menu usus krispi. Harganya yang murah karena masih banyak orang yang menganggap usus ayam sebagai limbah membuat keuntungan tersendiri bagi Alqoni.
"Nah kalau usus ayam sekilo harganya Rp12.000 sampai Rp15.000 paling mahal. Jadi saya bisa mengolahnya menjadi usus krispi," tambah Alqoni.
Ternyata, lanjut Alqoni, varian ini juga banyak digemari konsumen sehingga Alqoni bertekat untuk memasukkannya dalam daftar menu.
"Tapi kalau harga jamur kupingnya turun lagi saya bikin lagi jamur kuping krispi. Soalnya banyak yang suka juga itu, kalau mereka datang dan tidak ada biasanya kecewa," tutup Alqoni. (TESTI PRISCILLA/B-5)








