BORNEONEWS, Palangka Raya - Kristanto, 79, yang mendapat "serbuan" dari Komunitas Sosial Forum Jual Beli (FJB) Palangka Raya sangat layak untuk ditolong, karena untuk makan saja mereka harus bekerja sangat keras.
Disambangi di rumahnya yang berukuran 4 x 4 meter, Kristanto menceritakan, untuk makan dia harus memulung satu hari penuh. Adapun penghasilan dalam satu hari paling banyak Rp70 ribu.
"Kalau lagi banyak rejekinya bisa dapat sampai Rp70 ribu," tutur Kristanto didampingi istrinya, Nini Purwati, Minggu (16/4/2017).
Namun perolehan Rp70 ribu itu saat banyak sampah berupa gelas dan botol bekas air mineral yang ditemukannya di jalan. Kalau tidak, maka paling dia hanya mendapatkan Rp30-40 ribu saja dalam sehari.
Sementara itu uang itu pasti habis karena dia harus memberi makan 5 anaknya yang masih kecil. Lalu harus disisihkan sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah.
Untuk memulung, Kristanto hanya bermodalkan satu gerobak yang dia buat sendiri. Dia kemudian menariknya memutari Kota Palangka Raya dan berharap ada keberuntungan.
Berdasarkan pantauan Borneonews.co.id yang mengikuti Komunitas Sosial FJB Palangkaraya memberikan bantuan, kondisi rumah Kristanto sangat mengenaskan. Di dalam ruangan 4x4 meter itulah dia tidur besama anak-anaknya.
Adapu harta yang mereka miliki hanya beberapa wajan, kasur busa yang hanya tersisa beberapa sentimeter dan pakaian yang sudah lusuh. Sementara itu rumah yang dibangunnya dari kayu bekas berada di atas tanah negara.
Dilain sisi, Kristanto mengaku tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui dinas sosial. "Belum pernah dapat bantuan," katanya.
Minggu sore tadu, belasan anggota komunitas FJB Palangka Raya mengantarkan sejumlah barang ke rumah Kristanto. Adapun barang itu yakni kasur dan kelengkapannya, paket sembako dan alat masak, sepeda motor, telepon seluler dan sejumlah uang.
Akso sosial itu sendiri ternyata sudah menjadi kegiatan rutin komunitas ini. Untuk dapat berbagi mereka juga mengumpulkan donasi dari para donatur. (RONI SAHALA/B-6)








