BORNEONEWS, Palangka Raya - Untuk meningkatkan disiplin tenaga pendidik dan karyawannya pihak SMAN 5 Palangka Raya mulai menerapkan absensi sidik jari atau fingerprint. Sistem itu sudah diterapkan sejak Desember 2016 lalu.
Kepala SMAN 5 Palangka Raya Arbusin mengatakan, disiplin aparatur sipil negara (ASN) perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar bisa memberikan pelayanan prima dan profesional.
“Begitu pula disiplin tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah, juga mesti menjaga kedisiplinan agar berkontribusi terhadap peningkatkan mutu pendidikan,” ujar Arbusin, Rabu (8/2), di Palangka Raya.
Menurut dia, fingerprint menggantikan daftar hadir berbasis kertas yang ditandangani secara manual. Dengan sistem itu lamban laun ada peningkatan yang signifikan kehadiran pendidik dan tenaga kependidikan.
“Sistem pencatatan kehadiran secara otomatis dengan fingerprint lebih efektif dan hemat waktu. Selain itu, keakuratan catatan juga diakui sangat meyakinkan,” bebernya.
Disinggung pengalihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK/MA dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi, Arbusin menyambutnya dengan meningkatkan disiplin dan kinerja.
“Sistem fingerprint adalah salah satu sarana yang kami gunakan untuk merealisiasikan hal itu. Jadi, bukan hanya disiplin menempelkan sidik jari, tetapi juga disiplin dalam bekerja,” tandasnya. (DEWI KENCANA WATY)








