BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kuburan mantan Ketua DPRD Lamandau, Mozes Pause di Taman Makam Pahlawan Km 14, Kecamatan Bulik ditemukan dalam kondisi terbuka berantakan dan diduga dibongkar orang.
Istri almarhum, Kariani saat mengecek kondisi kuburan memastikan jasad almarhum di dalam peti yang penutupnya ditemukan terbalik itu dalam kondisi lengkap, hanya saja pakaian dan jam tangan yang ada di dalam koper yang ikut dikubur raib.
"Pakaian dan jam tangan di dalam koper saja yang hilang, itu saja, kopernya ada tapi isinya sudah kosong," katanya.
Kariani yang juga guru SMAN 1 Bulik ini mengatakan tidak ada barang yang berharga di dalam koper yang ditemukan kosong itu, termasuk dalam di dalam peti jenazah.
"Tidak ada benda atau barang berharga. Di dalam koper itu hanya beberapa pakaian yang semasa hidup almarhum dulu sering dipakai seperti celana pendek dan kemeja, ada satu buah jam tangan, itupun jam tangan biasa," katanya.
Dengan raut wajah murung dan terlihat syok, Kariani berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap pelakunya.
Peristiwa ini baru terungkap setelah sang penjaga makam, M. Hidayat melihat kuburan dalam kondisi terbuka dan acak-acakan, Senin (17/4/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dari pengakuan Hidayat, Senin (17/4/2017) siang, saat mengetahui kondisi kuburan yang dalam kondisi terbuka dan acak-acakan, dia langsung melaporkannya kepada keluarga almarhum, dan bersama-sama melaporkannya ke ke kepolisian.
Pantauan borneonews.co.id, kondisi kuburan yang dipagari kayu ulin itu ditemukan dalam kondisi terbuka dengan kondisi tanah tergali, pintu peti jenazah juga ditemukan dalam posisi terbalik tidak sebagaimana asalnya.
Kkayu penutup kuburan juga terlihat berantakan diduga akibat dipaksa dibuka dengan menggunakan gergaji, paving stone yang semula terpasang didalam kuburan juga terlihat berantakan. Koper yang berisi pakaian milik almarhum juga ditemukan kosong.
Tim dari Polres Lamandau juga tampak langsung bergerak untuk melakukan identifikasi.
Diketahui, almarhum Mozes Pause dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri Kabupaten Lamandau. Dia juga merupakan Ketua DPRD Lamandau du periode. Pria kelahiran Desa Merambang, Bulik Timur 6 Juli 1958 itu meninggal pada 26 Maret 2015karena serangan jantung. (HENDI NURFALAH/B-6)








