BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengakui banyak investasi yang masuk, namun pengaruh investasinya belum banyak berdampak kepada warga.
Karena itu dia berulangkali mengimbau agar pengusaha meningkatkan kepeduliannya sembari pemerintah akan mengatur regulasi atas kewajiban perusahaan kepada daerah maupun masyarakat.
"Banyak investasi masuk, tapi tidak diiringi dengan dampak kepada masyarakat. Ini yang harus kita perbaiki," tandas gubernur saat memberi sambutan pada Rapat Pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalteng, Senin (17/4/2017).
Sebagai bukti minimnya perhatian kepada daerah, pendapatan asli daerah (PAD) Kalteng berkisar Rp1,2 triliun. Dengan PAD kecil, tidak memungkinkan untuk melakukan pembangunan dengan cepat.
Di sisi lain tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat juga minim. " Jika perhatian dan kepedulian perusahaan besar, semestinya pemerintah tidak usah ngemis ke perusahaan untuk tangani orang miskin," lanjutnya.
Di hadapan Ketua Kadin RI Rosan Perkasa Roslani, gubernur meminta agar menyampaikan persoalan Kalteng yang kaya sumber daya alamnya tetapi sedikit mendapat bagi hasil dari pemerintah pusat, adalah menjadi fokus perhatian presiden.
Sementara kepada Kadin, gubernur minta agar memerhatikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), memetakannya, dan membantu jaringan pemasaran dan permodalannya. (ROZIQIN/B-6)








