BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah pihak mengaku sangat geram terhadap peristiwa pembongkaran dan perusakan makam Mozes Pause, mantan Ketua DPRD Lamandau di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Lamandau, Jalan Trans Kalimantan Kilometer 14 yang baru diketahui Senin (17/4/2017).
"Atas nama keluarga besar DPD Golkar Lamandau, kami sangat mengutuk keras kejadian tersebut, seraya meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas sesuai hukum yang berlaku," ungkap pengurus DPD Golkar Lamandau, Chordnelis Fitro.
Dirinya juga menilai, kecaman dan kegeraman tersebut bukan hanya dikarenakan Mozes Pause merupakan tokoh Golkar Lamandau dan tokoh Lamandau, tapi karena perbuatan yang terjadi dinilai sudah sangat melampaui rasa kemanusiaan.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Lamandau, FX. Perwiragato, yang juga melihat langsung kondisi makam, Senin (17/4/2017) siang. "Tentunya kami sangat mengutuk keras tindakan pelaku yang membongkar makam Pak Mozes ini. Saya berharap, kepolisian bisa segera menangkap pelakunya dan dihukum sesuai ketentuan," ujarnya.
Berbagai nada kecaman juga membanjiri berbagai jejaring sosial seperti halnya Facebook. Mengomentari laman berita borneonews.co.id, ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Lamandau, Gusman, juga menilai bahwa pembongkaran dan perusakan makam Mozes Pause merukan tindakan kriminal.
"Terjadinya pembongkaran di TMP merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat ditolerir, terlebih makan yg dibongkar adalah almarhum Mozes Pause, SH, yang merupakan tokoh di Kabupaten Lamandau. DPD KNPI Lamandau mengutuk keras!," tulisnya.
Seperti diketahui, peristiwa tersebut baru terungkap setelah sang penjaga makam, M. Hidayat, melihat kuburan dalam kondisi terbuka dan acak-acakan, pada Senin (17/4/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.
Hidayat mengatakan, saat mengetahui kondisi kuburan yang dalam kondisi terbuka dan berantakan, dirinya langsung melaporkannya kepada keluarga almarhum, dan bersama-sama melaporkannya ke polisi.
Kuburan yang dipagari kayu ulin itu ditemukan dalam kondisi terbuka dengan kondisi tanah tergali. Pintu peti jenazah juga ditemukan dalam posisi terbalik tidak sebagaimana asalnya, kayu penutup kuburan juga terlihat berantakan, diduga akibat dipaksa dibuka dan telihat adanya bekas mata gergaji. Paving stone yang semula terpasang di dalam kuburan juga terlihat berantakan. Koper yang berisi pakaian milik almarhum juga ditemukan kosong.
Seperti diketahui, almarhum Mozes Pause dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri Kabupaten Lamandau. Ia juga merupakan ketua DPRD Lamandau du periode. Pria kelahiran Desa Merambang, Bulik Timur 6 Juli 1958 itu meninggal dunia pada 26 Maret 2015 silam karena serangan jantung. (HENDI NURFALAH/B-10)








