BORNEOENEWS, Palangka Raya – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) mewaspadai rantai pasokan terutama bahan kebutuhan pokok.
Itu sebagai cara untuk menyikapi datangnya hari keagamaan yaitu Puasa dan Lebaran 2017. Hal ini menjadi penekanan, karena kerap kali pedagang atau distributor memanfaatkan momentum sehingga gejolak harga tak terkendalilalu menyebabkan inflasi tinggi.
“Sebagai pemerintah, ingin di seluruh provinsi mendukung program agar inflasi bisa terkendali. Apalagi ni sudah H-34 puasa atau hari besar keagamaan nasional, perlu mensikapi dengan baik. Sehingga gejolak harga diminimalisir dengan maksimal,” ungkap Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag RI, Dody Edward usai penutupan rapat kordinasi (Rakor) identifikasi barang kebutuhan pokok jelang puasa dan lebaran di Swissbell Hotel Palangka Raya, Senin (17/4/2017) sore.
“Kita ingin rantai pasok tidak terlalu panjang. Di Kalteng mulai dari produsen dan pengumpul, kita ingin jangan pisah-pisah, mereka harus bersatu untuk sama-sama menjaga dan pemerintah harus berperan,” lanjutnya.
Ada hal lagi yang penting dan maksimal menurut Dody dalam pengendalian harga akibat masyarakat yang cenderung konsumtif, yaitu sosialisasi kondisi pergerakan harga dengan baik, dan dekati ibu rumah tangga serta tokoh agama.
“Satu lagi harus sosialisasikan mulai dari toga dan ibu rumah tangga, supaya mensikapi dengan bijak, tidak perlu komsumtif, tak perlu memborong karena khawatir nanti mahal dan sebagainya,” ucap Dody.
Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas perindustrian dan perdagangan Kalteng, Ilham Fauzi mengatakan pihaknya terus memonitor pergerakan distribusi barang yang memasok kebutuhan Kalteng mulai dari gudang hingga ke agen serta menginventarisir kalau ada kendala di lapangan. “Khususnya kendala distribusi,” ucapnya. (ROZIQIN/B-5)








