BORNEONEWS, Palangka Raya - Ujian nasional dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai Senin (10/4), termasuk di Kota Palangka Raya. Ujian nasional itu terbagi atas dua sistem, yakni berbasis kertas pensil dan berbasis komputer.
Salah satu lembaga pendidikan yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kota Palangka Raya adalah MAN Model. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Abdul Rahman yang membuka pelaksanaan UNBK madrasah tersebut.
Acara pembukaan UNBK di halaman MAN Model itu juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Palangka Raya Baihaqi, Kasi Evaluasi dan Kurikulum pada Kanwil Kemenag Kalteng Nurwidiantoro, Kasi Penmad pada Kemenag Kota Ahmad Farichin, Plt Kepala MAN Model Sodikul Mubin, dan para kepala MA swasta se-Kota Palangka Raya.
Abdul Rahman meminta para siswa peserta UNBK agar berkonsetrasi menjawab soal-soal yang diajukan dengan sistem daring tersebut. Sebab, jika keliru menjawab, hasilnya akan mengecewakan.
“Lupakan segala pikiran yang dapat membuyarkan konsentrasi,” pesannya di hadapan para peserta UNBK di MAN Model.
Menurut dia, UNBK menjadi salah satu tolok ukur tingkat pengetahuan siswa sekaligus evaluasi akhir untuk mengetahui peningkatan mutu pendidikan pada sekolah atau madrasah. Abdul Rahman berpesan agar peserta dapat mengikuti UNBK dengan baik dan meraih hasil yang memuaskan.
Di tempat yang sama, Plt Kepala MAN Model Palangka Raya Sodikul Mubin menyampaikan, UNBK tahun pelajaran 2016/2017 diikuti 245 siswa, ditambah dengan 20 siswa dari MA Annur.
“UNBK dilaksanakan di empat ruang laboratorium komputer dan dibagi menjadi dua sesi. UNBK berlangsung hingga Kamis (13/4). Setiap hari siswa mengikuti satu mata pelajaran,” ungkapnya.
Sementara itu, hari pertama pelaksanakaan UNBK di SMAN 5 Palangka Raya dipantau langsung oleh Hari Soegiharto, perwakilan Direktorat PSMA Kemendikbud, bersama dengan Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah I Wayan Sarman. Secara umum, UNBK di sekolah itu terpantau tertib dan lancar.
“Mudah-mudahan UNBK di sekolah ini tanpa kendala. Kekhawatiran akan kendala pasokan listrik dan gangguan internet diharapkan tidak terjadi selama UNBK,” kata Hari.
Harapan serupa disampaikan Soleh Kodir, Tim Auditor Itjen Kemendikbud. Ia mendoakan UNBK di sekolah yang telah empat tahun melaksanakan kurikulum 2013 itu dapat berjalan dengan baik dan sistem bisa berjalan serta terorganisir sebagaimana mestinya.
“Saya berharap semua sekolah melaksanakan UNBK secara bertahap. Sebab, UNBK lebih efisien, aman dan transparan. UNBK meminimalkan kecurangan. Dengan demikian, sekolah bisa melaksanakannya dengan integritas yang tinggi,” katanya.
Kepala SMAN 5 Palangka Raya Arbusin menyatakan, pihaknya sudah mempersiapkan UNBK dengan sebaik-baiknya, meskipun perangkat komputer yang dimiliki hanya 40 unit.
“Jumlah siswa peserta UNBK sebanyak 108 orang. UNBK dibagi menjadi tiga sesi. Kami sudah berupaya maksimal agar UNBK berjalan sesuai harapan,” demikian Arbusin. (DEWI KENCANA WATY)








