BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berkah yang berada di RT1 RW 10 Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu, Jawa Timur mengajarkan pembuatan dan penjualan perabotan dapur. Bahan yang digunakan dari limbah kayu yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat.
"Yang kami produksi di sini banyak, misalnya alat dapur, peralatan memasak. Kemudian alat refleksi, dan ada juga mainan. Kayunya menggunakan kayu sonokeling, pinus, dan kelapa," ujar pemilik UMKM Berkah, Edi Purnomo di kediamannya, Selasa (18/4/2017).
Ia menjelaskan bahan olahan dari limbah kayu itu bisa menghasilkan nilai ekonomi jika diolah dengan baik dan kreatif. "Untuk produk saya sendiri sudah terjual ke Itali, Prancis, Turki. Untuk pasar dalam negeri sendiri produknya sudah masuk hampir ke seluruh daerah," ujarnya.
Ia mengaku mengawali bisnis UMKM ini sejak 1996 dengan tiga anak buahnya. Kini usahanya semakin sukses dan menjadi tempat percontohan studi banding terkait bisnis rumahan. "Banyak, tidak hanya PNS yang mau pensiun yang belajar dan melihat bagaimana pembuatan hingga pemasaran dan manajemennya," ujar dia.
Untuk produknya sendiri ia jual mulai harga Rp1.700 hingga Rp125 per item dari berbagai produk. Ia berpesan kepada 29 PNS Kobar yang akan purnatugas tahun ini untuk menguatkan kemauan jika ingin beralih profesi jadi wirausaha. "Intinya kemauan dari orangnya. Apalagi didukung dengan potensi bahan bakunya melimpah pasti berhasil," katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kobar, Ali Syabana berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat ditiru dan dipraktekan oleh PNS yang pensiun tahun ini. "Selain dipraktekan sendiri untuk memulai bisnis, para PNS ini juga bisa menularkan ilmunya ke masyarakat sekitar di Kobar," ujar dia.
Di samping itu, kata dia, pihak perbankan akan mendukung dari sisi permodalan bagi PNS yang akan purnatugas ini. "Dari pihak bank juga di Kobar, sudah siap untuk bekerjasama untuk suntikan modal usaha," katanya. (CECEP HERDI/B-2)








