BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di sejumlah negara berkembang, pemerintahnya pasti disibukkan dengan upaya mengatasi kekurangan gizi masyarakatnya.

Jika negara-negara itu beriklim tropis dan memiliki perkebunan kelapa sawit, mungkin akan lebih mudah memenuhi program peningkatan gizi. Pasalnya, minyak sawit mengandung nutrisi lengkap dan mudah ditambahkan pada makanan.

Untuk menambah nutrisi bagi anak-anak, sesendok teh minyak sawit merah bisa ditambahkan saat memasak sayur atau ditambahkan pada roti.

Minyak sawit juga bagus untuk menggoreng, memasak dan memanggang makanan. Minyak sawit ini mengandung 50 persen asam lemak jenuh, 40 persen asam lemak tak jenuh mono (monounsaturated), dan 10 persen asam lemak polyunsaturated.

Berdasarkan penelitian yang dirangkum dalam The Palm Oil Miracle, tingginya kandungan asam lemak jenuh dan asam lemak monounsaturated membuat minyak sawit memiliki daya tahan panas sangat tinggi dan stabil.

Minyak sawit memiliki titik didih hingga 225 derajat Celsius. Tingginya kandungan lemak jenuh dan antioksidan membuat minyak sawit sangat tahan terhadap oksidasi dan terbentuknya radikal bebas.

Selain sebagai suplemen makanan untuk meningkatkan nutrisi, mengonsumsi minyak sawit secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol secara total dan juga kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Penurunan total kolesterol berkisar antara 5 hingga 35,9 persen dan penurunan LDL antara 0,9 hingga 37 persen. (NEDELYA RAMADHANI/m)