BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Pertamina memberikan penawaran menarik untuk mengurangi konsumsi gas elpiji bersubsidi (tabung melon). Warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara bisa menukar dua tabung melon 3 kilogram dengan 1 tabung bright gas 5,5 kilogram kosong.
Direktur agen resmi PT Pertamina, Alvian Rifa'i menjelaskan, memeringati Hari Kartini, pihaknya memiliki tiga penawaran menarik. Selain menukar tabung melon dengan bright gas, pihaknya juga memberikan diskon pembelian perdana tabung bright gas dan isi ulang.
"Dari harga normal Rp320 ribu, mulai 21 April sampai 26 April 2017 kami jual menjadi Rp250 ribu per tabung isi 5,5 kilogram. Isi ulang dari harga Rp65 ribu menjadi Rp50 ribu," beber Alvian kepada Borneonews, Rabu (19/4/2017).
Bos PT Bintara Indah Energy (BIE) itu menyebut, dengan menukar tabung melon dengan bright gas, masyarakat bisa menghemat hingga Rp100 ribu lebih. "Bagi yang ingin mendapatkan isinya, masyarakat cukup menambah Rp50 ribu. Jadi, dengan 2 tabung melon dan Rp50 ribu, masyarakat bisa membawa pulang bright gas isi 5,5 kilogram," sebutnya.
Bright Gas, terang dia, merupakan produk elpiji premium PT Pertamina yang menggunakan Valve Double Spindle yang membuat tabung anti bocor. Tak hanya itu, produk ini juga dilengkapi dengan segel barcode yang tak memungkinkan terjadinya penipuan.
"Meski dengan bobot total lebih ringan, bright gas lebih aman dan tetap kuat," ujarnya.
Penukaran bisa dilakukan pada agen-agen resmi dan pangkalan, seperti di Hypermart (Borneomall), SPBU Jalan Pakunegara dan kantor PT Kalimantan Sumber Energy (induk PT BIE) Jalan Raya Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.
Diharapkan, imbuh Alvian, adanya program penukaran tabung gas melon ke bright gas dapat menekan angka konsumsi gas bersubsidi, sebab gas itu hanya diperuntukkan masyarakat miskin bukan orang berkecukupan atau kaya.
"Kalau bright gas ini semua bisa menggunakannya, mulai kalangan rumah tangga hingga industri atau kalangan perusahaan, bebas dan tidak terbatas," pungkasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA)








