BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Eropa sepertinya pura-pura lupa atau tidak mendapat informasi yang benar, sehingga selalu menuding perkebunan kelapa sawit sebagai pemicu utama deforestasi.

Padahal, pada 2006, sebuah studi yang dilakukan Organisasi Pangan Dunia (FAO) jelas-jelas menyebutkan bahwa industri peternakan sebagai pemicu utama deforestasi.

Setelah itu muncul studi komparatif terhadap dua industri vital yang menyediakan pangan bagi dunia, yakni industri peternakan dan industri sawit, yang kembali membuktikan bahwa industri peternakan membutuhkan lahan lebih luas untuk produksi.

Pada 2012, studi itu menunjukkan bahwa ada 15,6 juta hektare (ha) lahan yang ditanami sawit, dibandingkan dengan 4.673 juta ha untuk produksi ternak. Dari situ terlihat bahwa produksi ternak hampir 300 kali lebih luas daripada lahan sawit.

Beberapa laporan terbaru, seperti dikutip MPOC, juga menyebutkan bahwa produksi daging sapi menjadi yang terbesar memicu hilangnya hutan, diikuti oleh perkebunan kedelai.

Berdasarkan data, kehilangan area hutan per tahun pada 2001-2010 untuk produksi daging sapi 14 kali lebih besar ketimbang kebun sawit. Dalam studi itu juga menunjukkan bahwa perkebunan sawit adalah yang terkecil dalam hal menghilangkan hutan. Bandingkan dengan ladang kedelai yang menyebabkan kehilangan hutan 1,8 kali lebih luas, sedangkan industri kayu sebesar 1,4 kali lebih besar dibandingkan dengan kebun sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)