BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan statistik yang disajikan Oil World terkait penggunaan lahan oleh tanaman untuk membuat minyak nabati, ternyata tanaman kedelai paling banyak membutuhkan lahan.

Tanaman pangan yang dikomparasi oleh Oil World adalah empat komoditas yang selama ini menjadi pemasok utama minyak nabati dunia. Dalam kajian tersebut, disebutkan bahwa selama periode 2010 hingga 2015, perluasan lahan untuk tanaman kedelai adalah yang terbesar di antara tiga komoditas lain untuk membuat minyak nabati.

Area tanam kedelai tumbuh sebesar 17,3 juta hektare (ha). Pada 2010, tercatat 102,8 juta ha lahan kedelai, sedangkan pada 2015 area tanam berkembang menjadi 120,1 juta ha.

Menurut Oil World, lahan yang dipakai untuk tanaman kedelai selama 2010-2015 tercatat empat kali lebih luas ketimbang area tanam kelapa sawit. Ekspansi perkebunan sawit membutuhkan 4,4 juta ha, diikuti oleh rapeseed seluas 3,8 juta ha dan bunga matahari 0,5 juta ha.

Pada 2016, kedelai kembali menjadi komoditas yang paling banyak memakan lahan, yakni mencapai 120,2 juta ha. Luas lahan itu setara dengan 61% dari total lahan yang dibutuhkan untuk perkebunan sawit, rapeseed, kedelai dan bunga matahari, yang mencapai 196.470 ha. Rapeseed berada di posisi kedua dengan menyerap 17% dari total area, diikuti oleh bunga matahri sebesar 13%. Sedangkan sawit membutuhkan lahan paling kecil, yakni hanya 9% dari total area tanam.

Hebatnya lagi, meski membutuhkan lahan terkecil, tapi sawit memiliki produktivitas tertinggi di antara komoditas minyak nabati pesaing, yakni mencapai 39% dari total produksi minyak nabati dari keempat komoditas tersebut. Sebaliknya, meski membutuhkan lahan terluas, tapi produksi minyak kedelai hanya 34% dari total produksi keempat komoditas tadi. (NEDELYA RAMADHANI/m)