BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kotawraingin Timur (Kotim) akan mengembangkan sentra perikanan di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Tujuannya, agar penampungan hasil tangkapan nelayan bisa berjalan dengan baik.

"Tempat tersebut kami jadikan wadah untuk pelelangan ikan hasil tangkapan para nelayan. Itulah yang akan kami kembangkan kembali," kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Jakatan, Rabu (19/4/2017).

Nantinya di tempat tersebut akan menjadi kawasan minapolitan. Sementara saat ini hampir setiap harinya, silih berganti nelayan berdatangan untuk menjual ikan hasil tangkapan mereka. Tempat itu juga dimanfaatkan penambak ikan untuk menjual hasil budidaya mereka.

"Jadi tempat ini tidak hanya untuk nelayan saja, namun juga penambak ikan bisa menjual hasil panen mereka di tempat ini," lanjut Jakatan

Jakatan menjelaskan, selain sebagai tempat pelelangan atau bongkar muat ikan dengan berbagai jenis ikan yang dujual. Di sentra ini juga terdapat rumah pengolahan ikan asin higienis serta pabrik es mini. Hal itu disediakan agar mempermudah nelayan untuk mendapatkan bahan baku untuk ikan yang mereka tangkap.

Selain itu, di sentra ini juga terdapat bangunan balai sekaya maritim. Itu bisa digunakan kelompok nelayan maupun kelompok budi daya ikan untuk melakukan kegiatan seperti musyawarah, penyuluhan, maupun sosialisasi terkait masalah perikanan.

Meski saat ini sentra perikanan tersebut telah berjalan, namun pemerintah masih merencanakan untuk terus mengembangan sentra perikanan tersebut menjadi kawasan minapolitan.

Untuk saat ini, sentra perikanan cukup mampu menampung nelayan maupun pembudidaya ikan untuk bertransaksi di tempat tersebut. Baik nelayan dari desa sekitar maupun desa lain seperti Ujung Pandaran. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)