BORNEONEWS, Kasongan - Pengusaha batako di Kasongan, Kabupaten Katingan merugi karena dua minggu tidak mendapatkan pasokan bahan baku pasir akibat berhentinya aktivitas galian C di wilayah Palangka Raya.

Sejauh ini pasokan pasir untuk wilayah Kasongan dan sekitarnya dipasok dari wilayah Palangka raya itu, seperti Tangkiling dan Jalan Tjilik Riwut Km 38.

"Kemarin-kemarin kami sempat beberapa hari tidak bekerja, karena pasir kosong," kata Ajik, pekerja batako di Jalan Soekarno-Hatta Kasongan, Kamis (20/4/2017).

Menurutnya, sudah sekitar lima tahun bekerja membuat batako, pasokan bahan baku pasir tidak pernah mengalami keterlambatan hingga berhari-hari.

"Ada dua minggu kita sempat istrirahat tidak bisa bekerja, karena tidak ada pasir," katanya.

Namun sejak Rabu (19/4/2017), pasokan pasir kembali lancar ke tempat usahanya tersebut.

"Sebelumnya satu truk pasir dibeli Rp400 ribu, tapi sejak kemarin menjadi Rp500 ribu," kata Ajik.

Meski harga pasir mengalami penaikan, harga batako masih seperti sebelumnya. (ABDUL GOFUR/B-11)