BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Harga karet di Kuala Kapuas mengalami penurunan satu pekan terakhir. Kondisi ini banyak dikeluhkan para petani karet.
Menurut salah satu petani karet, Moneri, harga karet dalam sepekan terakhir turun hanya dihargai Rp5 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya harga karet masih Rp10 ribu per kilogramnya alias turun 50%. "Hal ini disebabkan musim hujan, sehingga produksi karet tidak stabil," ungkap Moneri saat ditemui Borneonews di kebunnya, Sabtu (22/4/2017)
Ia melanjutkan, jika hujan terus mengguyur, maka para petani karet akan menemui kendala. Sebab karet tidak bisa disadap. Meski petani nekat menyadap, getah di pohon tidak akan menetes. "Itulah kendala utama kita, para petani karet ini," imbuh dia.
Menurut Moneri, saat terbaik untuk menyadap karet yakni di pagi hari saat tidak turun hujan. Sebab, hasil karet akan melimpah pada saat seperti itu.
Moneri berharap, harga karet bisa kembali stabil seperti biasanya, karena banyak dari pedesaan yang pekerjaan utamanya sebagai petani karet. (HAMDI/B-8)
Harga Karet di Kuala Kapuas Turun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
16.387 Personel Karhutla di Kalteng Dapat Jaminan Layanan Kesehatan Gratis
Kalteng Jadi Sasaran Dry Ice, BNPB Tegaskan Bukan untuk Padamkan Api Karhutla
Kemenag Kotim Tawarkan Korban Perundungan Pindah ke Madrasah Negeri Gratis
Komentar (0)
Memuat komentar…







