BORNEONEWS, Kasongan - Gara-gara harga rotan dan getah karet anjlok serta adanya operasi penambang tanpa izin (PETI) menjadi faktor utama lesunya daya beli masyarakat.
Demikian diutarakan sejumlah pedagang di Pasar Kasongan maupun Pasar Kereng Pangi kepada borneonews.co.id Sabtu (22/4/2017).
"Kalau penyebab menurunnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini dibanding beberapa tahun lalu, mungkin karena harga rotan yang sekarang murah, lalu hasil bumi lainnya seperti karet juga tidak menentu, dan akhir-akhir ini adanya operasi PETI, mungkin itu faktornya kenapa daya beli masyarakat sekarang lesu," tutur Andi pedagang sembako di Pasar Kereng Pangi, Kabupaten Katingan.
Sementara menurut Anto, penjual pentol bakso yang mangkal di Pasar Kereng Pangi mengakui jika akhir-akhir ini daya beli masyarakat itu berkurang.
"Iya sekarang barang dagangan kami meski kadang kita sampai malam masih banyak sisa, beda dengan beberapa bulan lalu," katanya.
Kondisi serupa juga dikatakan Fitri, pemilik toko pakaian di Pasar Kasongan. Fitri mengaku beberapa bulan terakhir daya beli masyarakat ini juga lesu.
"Namanya jualan, kadang laku, kadang tidak. Tapi memang beberapa bulan ini agak sepi dibanding sebelumnya," katanya. Pantauan borneonews.co.id sejauh ini harga rotan mentah hanya dihargai Rp50 ribu per kwintal dan getah karet Rp5 ribu. (ABDUL GOFUR/B-6)
Demikian diutarakan sejumlah pedagang di Pasar Kasongan maupun Pasar Kereng Pangi kepada borneonews.co.id Sabtu (22/4/2017).
"Kalau penyebab menurunnya daya beli masyarakat akhir-akhir ini dibanding beberapa tahun lalu, mungkin karena harga rotan yang sekarang murah, lalu hasil bumi lainnya seperti karet juga tidak menentu, dan akhir-akhir ini adanya operasi PETI, mungkin itu faktornya kenapa daya beli masyarakat sekarang lesu," tutur Andi pedagang sembako di Pasar Kereng Pangi, Kabupaten Katingan.
Sementara menurut Anto, penjual pentol bakso yang mangkal di Pasar Kereng Pangi mengakui jika akhir-akhir ini daya beli masyarakat itu berkurang.
"Iya sekarang barang dagangan kami meski kadang kita sampai malam masih banyak sisa, beda dengan beberapa bulan lalu," katanya.
Kondisi serupa juga dikatakan Fitri, pemilik toko pakaian di Pasar Kasongan. Fitri mengaku beberapa bulan terakhir daya beli masyarakat ini juga lesu.
"Namanya jualan, kadang laku, kadang tidak. Tapi memang beberapa bulan ini agak sepi dibanding sebelumnya," katanya. Pantauan borneonews.co.id sejauh ini harga rotan mentah hanya dihargai Rp50 ribu per kwintal dan getah karet Rp5 ribu. (ABDUL GOFUR/B-6)








