KASONGAN, Borneonews - Transportasi sungai masih menjadi andalan warga Tumbang Samba, Kecamatan Katingan Tengah dan sekitarnya.

Masih ramainya transportasi air di Tumbang Samba, itu karena selama ini belum ada jembatan yang membentang di atas Sungai Katingan yang menghubungkan antardesa termasuk Pasar Tumbang Samba.

Sehingga tidak heran puluhan fery penyeberangan tradisional setiap harinya, baik mengangkut sepeda motor maupun kendaraan roda empat maupun truk, selalu ramai terlihat di Tumbang Samba.

Menurut pantauan borneonews.co.id di Tumbang Samba, Minggu (23/4/2017), jalur Sungai Katingan di wilayah ini tampak ramai terlihat hlir mudik, seperti kelotok, baik yang membawa penumpang maupun barang.

Beberapa warga Tumbang Samba mengatakan bahwa kelotok-kelotok itu kebanyakan tujuan ke wilayah Utara/hulu, seperti Tumbang Hiran Kecamatan Sanaman Mantikei, Tumbang Kaman Kecamatan Katingan Hulu, dan juga sejumlah desa wilayah Kecamatan Bukit Raya, dan lainnya.

"Yang banyak datang ke sini kebanyakan mereka belanja di Pasar Tumbang Samba," tutur Ahmad Yani, salah seorang warga Tumbang Samba.

Selain itu aktivitas puluhan fery penyeberangan di Tumbang Samba ini setiap harinya selalu ramai, baik kendaraan roda empat, truk maupun kendaraan roda dua.

Adiansyah, salah satu tokoh pemuda warga Tumbang Samba mengatakan, Pasar Tumbang Samba sejauh ini menjadi tujuan bagi warga di bagian Utara Katingan, seperti Kecamatan Sanaman Mantikei, Petak Malai, Marikit, Bukit Raya maupun Kecamatan Katingan Hulu.

"Iya selama ini banyak warga yang belanja di Pasar Tumbang Samba berasal dari wilayah kecamatan di bagian hulu," sebutnya. (ABDUL GOFUR/B-5)