BORNEONEWS, Palangka Raya - SMA 1 Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah merasa dianaktirikan. Mereka merasa kurang diperhatikan, sehingga sekolahnya mengalami banyak kekurangan. Dana BOS triwulan pertama dan ke dua, sejauh ini belum ada dana turun, sehingga mereka tidak bisa berbuat banyak. Pihak sekolah mengusulkan ruang kelas baru, jaringan internet dan komputer.
"Saat ini kami sangat terkendala keuangan sekolah. Bangunan kelas banyak yang rusak. Kami juga harapkan ruang kantor guru dan jaringan internet, serta komputer," kata Kepala Sekolah SMA 1 Bulik Timur, Robert Ucok, di Palangka Raya, kemarin.
Robert Ucok sudah mengemukakan hal tersebut saat menerima kunjungan Tim Reses Dapil III DPRD Kalimantan Tengah, dipimpin Hj. Prihati Titik M, dan anggota H.Jimin, Nataliasi, didampingi Wakil Ketua DPRD Lamandau, Taupik Hidayat dan Camat Bulik Timur, Inte Sartono, akhir pekan lalu.
Karena sekolahnya serba kekurangan, pihak SMA 1 Bulik Timur, merasa bagaikan anak tiri. Robert dan jajaran guru mengungkapkan, cukup kesulitan dalam penyelenggaraan belajar-mengajar. Apalagi, karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama dan ke dua belum juga cair, sehingga pihak sekolah benar-benar kesulitan.
Selain mengusulkan adanya ruangan kelas baru, ditambah jaringan internet dan komputer, Untuk mendukung kelancaran proses belajar dan mengajar dan mensukseskan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Kepsek juga minta buku untuk perpustakaan dan tunjangan daerah. Pasalnya, SMA 1 Bulik Timur, satu-satunya daerah terpencil, dengan biaya hidup tinggi di wilayah Bupati Lamandau, Marukan itu.
Sementara itu ketua dan anggota tim dapil III, Prihati Titik M, Jimin dan Nataliasi berjanji memperjuangkan aspirasi tersebut, termasuk usulan adanya unit pelayanan teknis dinas (UPTD) pendidikan di kabupaten.
"Untuk tunjangan daerah salah satu prioritas perjuangan kita. Untuk UPTD kita harapkan dibentuk perzona-zona, yang nanti akan ditentukan oleh pihak berwenang," ucap Titik
Saat yang sama Jimin mengatakan akan memperjuangkan peningkatan jalan bagi desa-desa tertinggal, jaringan internet untuk menunjang kegiatan sekolah UNBK. Dengan infrastruktur lancar, kata Sekretaris Komisi D DPRD Kalteng itu, diharapkan mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan, melalui pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Hal yang sama juga disampaikan Nataliasi, akibat adanya peralihan kewenangan kabupaten bidang pendidikan tingkat atas ke provinsi, jelas membutuhkan pembenahan. Meski begitu, ia berharap guru-guru tetap bersemangat mengabdi bagi masyarakat; "Kita perjuangkan tunjangan bagi guru terpencil, dan buku-buku untuk perputakaan, gedung kelas dan jaringan internet."
Saat meninjau Puskesmas Merambang, Nataliasi juga mengatakan, prasarana fisik, peralatan, obat-obatan dan kesejahteraan tenaga medis/perawat, bidan dan dokter perlu di perhatian dan di tingkatkan. Untuk layanan komunikasi akan terus diperjuangkan bagi Lamandau di provinsi dan pusat.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Taupik Hidayat sangat menyambut baik kehadiran dewan provinsi untuk melihat langsung kondisi lapangan. "Kami berharap ada realisasi nyata aspirasi masyarakat, dimana ada banyak dana masuk untuk pembangunan di Lamandau, baik bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, telekomunikasi dan sektor lainnya."
Camat Bulik Timur, Inte Sartono juga berharap aspirasi masyarakat dan guru wilayah Bulik Timur dapat diakomodir dan direalisasikan. "Kami berharap usulan dan harapan pihak sekolah dan Puskesmas Merambang mendapat perhatian dewan dan pemerintah provinsi." (ARIANATA/PPOST/N).








