BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Tanaman Pangan Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kotawaringin Barat (Kobar) meminta para petani memanfaatkan keberadaan alat mesin pertanian (Alsintan) yang dibagikan pemerintah.

Alsintan harus digunakan petani untuk membantu membuka lahan pertanian, sehingga cara lama dengan dibakar bisa diminimalisir.

"Dengan cara dibakar sudah tentu dilarang, dari Dinas TPHP sendiri memberikan solusi yakni gunakanlah alsintan yang ada untuk pembukaan lahan," Kepala Dinas TPHP Kobar, Kamaludin, Senin (24/4/2017).

Ia mengatakan, selain mendorong para petani yang masuk dalam gapoktan untuk menggunakan alsintan, juga pihaknya akan melakukan pembinaan terkait ancaman risiko Karhutla.

"Kebiasaan dari dulu pembukaan lahan pertanian atau perkebunan ini biasanya dibakar, karena cara itu dinilai lebih cepat, hemat, dan tidak banyak mengeluarkan tenaga," ujarnya.

Namun, kata dia, dampak yang dihasilkan dari Karhutla yakni asap yang menyebar dan menutupi permukaan. Sehingga udara tercemar dan banyak aktifitas lainnya jadi terganggu.

"Alsintan itu bisa digunakan untuk pembukaan lahan, tiap gapoktan di seluruh desa sudah dibagi meski jumlahnya terbatas dan bertahap," katanya.

Selain mendorong petani untuk menggunakan alsintan jika memungkinkan saat pembukaan lahan, Kamaludin juga sudah meminta perusahaan besar swasta (PBS) untuk membantu menurukan alat beratnya membuka lahan pertanian atau perkebunan milik petani. (CECEP HERDI/B-5)