BORNEONEWS, Sampit - Perbaikan jalan yang menghubungkan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur ke Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, di Kecamatan Cempaga tepatnya di Desa Luwuk Ranggan, sudah sebulan ini belum rampung juga. Upaya perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah itu, menimbulkan kepulan debu, menyesakkan dada, dan rawan kecelakaan lalu lintas.

"Susah rasanya bernapas, debunya bertebaran ke mana-mana kalau kendaraan lewat. Kapan diaspal? Sudah sebulan ini tidak ada progres sama sekali, hanya ditimbun begitu saja," kata Junai, warga Desa setempat, di Sampit, Selasa (25/4/2017).

Menurut Junai, hampir seluruh warga mengeluhkan kondisi ini, mengingat banyak yang tinggal di pinggir jalan Tjilik Riwut tersebut. Tidak hanya itu di pinggir jalan itu juga ada beberapa sekolah berdiri, sehingga juga mengganggu aktivitas pendidikan.

"Kasihan juga anak-anak sekolah, mereka melintas di jalan itu hari-hari tapi jalan berdebu, ini sangat mengganggu kesehatan kami," ucapnya.

Selain mengganggu aktivitas, juga dikhawatirkan mempengaruhi kesehatan warga. Jalur itu juga rawan menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Karena debu yang beterbangan mengganggu jarak pandang, apalahi karena ada beberapa titik yang berlobang tidak ditimbun secara sempurna.

Karena itu, seperti imbauan warga lainnya, Junai berharap, instansi terkait segera turun tangan dan menyelesaikan pengaspalan poros jalan yang termasuk vital tersebut. Jika tak segera diaspal, dan dibiarkan lama berlarut-larut dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas, selain bisa menimbukan kecelakaan.

"Cepat diperbaiki jangan tunggu korban berjatuhan," katanya. (NACO/N)