BORNEONEWS, Sampit - Dalam rangka percepatan telekomunikasi dan informasi maka Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan menerapkan Smart City. 

Upaya merealiasikan itu Pemkab Kotim telah melakukan kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) yang MoU-nya sudah ditandatangani Bupati Kotim Supian Hadi di Surabaya pada 4 April 2017 lalu.

Hasil tindak lanjut dari hal tersebut, rencana selanjutnya pihak ITS dari Surabaya akan datang ke Kabupaten Kotim untuk mengadakan ekspos terkait dengan rencana kegiatan penggunaan fiber optik.

"Banyak hal yang dibicarakan bupati terkait dengan perjanjian tersebut dan yang ditangkap oleh Kominfo, bagaimana percepatan dan pemasangan untuk fiber optik di setiap SOPD pada tahun ini," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sanggul Lumban Gaol, Selasa (25/4/2017).

Menurut Sanggul, ITS dipilih untuk mendampingi Kotim karena melihat dari keberhasilannya mendapingi Kota Surabaya menangani teknologi informasi dan Kotim mengambil sampel itu.

Sekarang, nilai dia, dengan menggunakan internet dari berbagai macam provider masih banyak gangguan, dengan pola fiber optik diharapkan nantinya Kotim berdampingan dengan ITS bisa bekerja maksimal.

"Sekitar 40% di tahun 2017, tahun 2018 mencapai 80% dan 2019 kita sudah mengarah kepada Smart City, pelayanan kepada masyarakat dengan pola hubungan komunikasi yang lancar," tandasnya.

Untuk diketahui, kecepatan fiber optik mentransmisikan data jauh lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan listrik ataupun suara. Ini karena fiber optik menggunakan cahaya. (NOOR ANNISA/B-5)