BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembongkaran tempat prostitusi berkedok warung kopi di Jalan Mahir Mahar arah Kalampangan Palangka Raya oleh tim terpadu, sempat menuai ketegangan. Tim sempat bersitegang karena salah seorang pekerja seks komersial memprotes petugas karena merasa tidak diberikan surat pemberitahuan pembongkaran. "Yang jelas, awalnya empat bangunan. Tapi ini lebih, saya tidak menerima surat pemberitahuan," kata salah seorang pekerja seks komersial, Rabu (26/4/2017). "Makanya saya tadi berani memberontak," imbuhnya.
Menurut mereka, di kawasan tersebut ada banyak tempat itu. Mereka pun meminta pemerintah jangan tebang pilih. "Kenapa cuma disini? Disana banyak," imbuhnya.
Salah satu pemilik warung mengatakan, memang pernah mendapat surat peringatan dari pemerintah melalui pertugas Satuan Polisi Pamong Praja. Bahkan diminta untuk dilakukan pembongkaran. Pascapembongkaran tersebut, mereka ada yang balik ke rumah tempat tinggal mereka di Palangka Raya, ada juga yang kebingungan mencari tempat tinggal.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Baru I Sangkai mengatakan, semua sudah diberikan surat teguran dan surat pemberitahuan pembongkaran. Mengenai tudingan tebang pilih, dia menyebut bahwa bangunan yang dibongkar itu merupakan tempat yang terbukti dijadikan sebagai tempat prostitusi. "Memang sulit pembuktiannya. Tapi kalau mereka ada, ya kita siap saja," kata Baru. (BUDI YULIANTO/B-8)
Sempat Bersitegang, Tempat Prostitusi Berkedok Warung Kopi Akhirnya Dibongkar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Komentar (0)
Memuat komentar…







