BORNEONEWS, Palangka Raya –Komandan Pengendali Simulasi Instruktur SAR, Endrow menilai dominasi musibah yang terjadi di Kalimantan Tengah adalah kecelakaan air. Di berbagi wilayah Bumi Tambun Bungai ini, musibah banjir dan orang tenggelam kerap terjadi.

“Kondisi di Kalteng relatif didominasi air. Jadi musibah terjadi di sini kebanyakan kecelakaan air,” kata Endrow di Palangka Raya, Rabu (26/4/2017).

Lantas, kenapa dalam simulasi yang digelar tadi lebih memilih penanganan korban kecelakaan lalu lintas mobil masuk jurang di wilayah Kabupaten Katingan? Menurutnya, simulasi tersebut dipilih karena berkaca dari peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa bulan lalu.

“Pada kesempatan kali ini kami lebih memilih mengedepankan pertolongan di darat. Karena kita berkaca dari peristiwa Air Asia di Pangkalan Bun. Dalam arti, musibah penerbangan bisa terjadi dimana saja. Apalagi di Palangka Raya, cukup ramai dilintasi pesawat komersil,” ungkap Endrow.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga sebagai salah satu upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, personel Basarnas, Banjarmasin juga masih kurang. Di Kalteng sendiri baru ada POS SAR di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dominasi tersebut juga disampaikan Kasi Potensi SAR Banjarmasin, Robert Sirait. Salah satunya adalah musibah banjir dan orang tenggelam. Namun kecelakaan lalu lintas juga terkadang terjadi.

Sebelumnya, Kasi Potensi SAR Banjarmasin, Robert Sirait berharap Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dapat mendirikan kantor Basarnas di Palangka Raya. Robert mengaku siap menempatkan personelnya. Luasnya wilayah yang harus ditangani, meliputi Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah membutuhkan pergerakan personil secara cepat.

“Kita memang menginginkan membangun kantor Basarnas di Palangka Raya. Mengingat, luas wilayah dan tanggung jawab kami sangatlah luas. Kalsel sendiri ada 13 kabupaten/kota, sedangkan Kalteng 14 kabupaten/kota. Jadi, harapannya mungkin bapak gubernur akan buka. Kami Basarnas siap menempatkan personel,” kata Robert Sirait. (BUDI YULIANTO/N).