BORNEONEWS, Kuala Kurun - Saat ini harga karet mengalami penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan harga beberapa pekan lalu. Hal tersebut dikeluhkan oleh masyarakat di Kabupaten Gunung Mas, terutama mereka yang berprofesi sebagai petani atau penyadap karet.
Ranti (34), salah seorang petani karet di Kuala Kurun, menuturkan, saat ini harga karet hanya berkisar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram. Padahal, beberapa pekan lalu harga komoditas andalan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas tersebut, mencapai Rp10.000 per kilogram.
"Harga karet yang menurun drastis sangat berdampak kurang baik bagi kami yang mengandalkan usaha menyadap karet," ujar Ranti borneonews di rumahnya, Kamis (27/4/2017).
Petani lainnya, Agau Sian (26) mengatakan, harga karet yang terjun bebas menyebabkan penghasilan petani turun signifikan. Hal itu berdampak kurang baik untuk masyarakat di kabupaten bermoto bumi habangkalan penyang karuhei tatau. Mengingat masih banyak masyarakat yang mengandalkan usaha menyadap karet.
"Kami harapkan harga karet kembali membaik. Bahkan, bisa di atas Rp10.000 per kilogram," harapnya. (EPRA SENTOSA/B-2)








