BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Indonesia telah menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor utama untuk mempercepat dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Internalisasi Sadar Wisata, Kementerian Pariwisata RI Romi Astuti dalam kegiatan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang digelar di kawasan wisata Pelabuhan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kamis (27/4/2017).
"Tahun 2019 mendatang, sektor pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada perekonomian nasional sebesar 8 persen, menghasilkan devisa 240 triliun, menciptakan 13 juta lapangan kerja, meraih 20 kunjungan wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara di Tanah Air," kata Romi di sela-sela aksi bersih-bersih bersama 200 orang peserta Aksi Sapta Pesona.
Ia melanjutkan upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang masih berada di rangking 50 dunia antara lain dengan memperbaiki kelemahan pada unsur safety and security, health and hygiene, ICT readiness, enviromental sustainability, maupun tourist service infrastructure.
"Oleh karena itu, sinergi Penta Helix yang elemennya terdiri dari pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, pers dan komunitas masyarakat, merupakan kunci mengembangkan pariwisata Indonesia," terang dia.
Kegiatan ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi X Asdy Narang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Guntur Talajan, Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia, Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, dan Kepala Disbudpar Kota Palangka Raya Norma Hikmah. (TESTI PRISCILLA/B-8)
Indonesia Menempatkan Sektor Pariwisata untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Palangka Raya Terima Banpres Rp10 Miliar
Menkes Ingin Jadikan Bus Oksigen Pemko Palangka Raya sebagai Pilot Project Penanganan ISPA
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







