BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pembangunan infrastruktur desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), terus dilaksanakan di Kabupaten Lamandau. Tahun ini, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Belantikan Raya, menjadi sasaran bagi TMMD untuk membuka isolasi desa tersebut.

Seperti diketahui, pelaksanaan pembangunan infrastruktur melalui TMMD secara serentak, yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat. Di Kabupaten Lamandau dilaksanakan mulai 5 April hingga Mei 2017.

"Sasaran TMMD kali ini di Desa Sungai Buluh. Kegiatan mulai 5 April sampai Mei 2017, dengan kegiatan fisik maupun non fisik,” Wakil Bupati Lamandau, H Sugiyarto kepada PPost, Jumat (7/4/2017).

Kegiatan fisik tersebut, lanjut dia, di antaranya penimbunan dan pelebaran jalan poros dari Desa Sumber Cahaya menuju Desa Sungai Buluh. Selain itu, rehab rumah ibadah, baik Masjid, Gereja, serta Balai Basarah.

“Sedangkan kegiatan non fisik berupa penyuluhan tentang bahaya narkoba, kesehatan masyarakat, pemberian bantuan paket pemeliharaan kesehatan gigi usia dini, bela negara, dan lainnya,” tambah Sugiyarto.

TMMD Reguler ke-98 Tahun 2017 ini, sebut dia, adalah program lintas sektoral yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, dengan adanya TMMD ini akan dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan, karena Kabupaten Lamandau sebagai daerah yang baru dimekarkan hampir 15 tahun lalu yang masih terdapat banyak kekurangan dalam sarana dan prasarana infrastruktur.

Wabub mengakui, keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah, mengakibatkan Pemkab Lamandau harus memprioritaskan program dan kegiatan tertentu. Sehingga tidak mungkin mengakomodir semua kebutuhan yang diusulkan oleh masyarakat.

Walaupun saat ini desa sudah dikucuri berbagai macam dana baik itu Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan dana bagi hasil pajak serta retribusi daerah. Namun desa juga mempunyai kebutuhan lain yang sekiranya mendesak untuk dilaksanakan.

“Terlebih lagi untuk penggunaan dana desa memiliki batasan dan kriteria tertentu dalam penggunaannya,” ungkapnya.

Pembangunan infrakstruktur yang dilaksanakan bernilai strategis, TMMD ini merupakan bentuk inplementasi agenda prioritas nawa cita dalam pemerataan pembangunan antara wilayah.

“Pemkab Lamandau akan terus mendukung kegiatan TMMD karena merupakan program nasional. Terlebih program ini merupakan satu solusi untuk membuka isolasi daerah yang terpencil,” tandasnya.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat Ray Paskan. Ia mengatakan, program TMMD yang telah dianggarkan itu, pemkab dapat terbantu dalam perbaikan infrastruktur.

“Antara lain infrastruktur jalan, rumah ibadah, hingga pembukaan jalan penghubung antar desa untuk memperpendek jarak tempuh yang masih terisolir,” ucapnya.

Melalui TMMD Ray berharap, dapat menggugah dan memupuk komitmen persatuan dan kesatuan pada setiap anak bangsa. Dan semua pihak harus terlibat secara aktif, baik itu pemerintah, swasta atau perusahaan serta masyarakat.

“Ketiga elemen ini harus berkolaborasi dengan baik, agar tercipta sinergi yang kuat dan kokoh dalam menjalankan roda pemerintahan,” demikian Ray Paskah. (HERIYADI)