Lomba Bercerita Merangsang Minat Baca Anak

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Lomba bercerita tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) se-Kabupaten Lamandau, resmi dibuka oleh Wakil Bupati H Sugiyarto. Lomba tersebut untuk merangsang minat baca anak.

Kegiatan yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah setempat, Rabu (12/4/2017), diikuti sebanyak 43 peserta lomba siswa dan siswi dari delapan kecamatan di wilayah setempat.

Wakil Bupati Sugiyarto usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, acara lomba seperti ini dinilai sangat bermanfaat khususnya bagi anak-anak pelajar karena dapat meningkatkan motivasi belajar, serta kreativitas dimasa pertumbuhannya.

Budaya membaca merupakan langkah strategis dalam memberikan pelajaran tambahan yang mengajarkan pada siswa untuk belajar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus pembelajaran nilai-nilai moral dan budi pekerti.

“Kita perlu memberikan perhatian dan mengarahkan para siswa untuk memahami ajaran nilai-nilai moral dalam sebuah cerita bermutu. Hal ini untuk menjamin terjaganya nilai-nilai luhur pendidikan dan pengajaran," ungkapnya.

Sugiyarto meminta, peran aktif para guru dan orangtua dalam memberikan pemahaman kepada anak didik. Hal ini dinilainya sangat diperlukan untuk menarik minat baca anak tentang buku cerita budaya daerah. Selain itu, menumbuhkembangkan minat baca pada anak-anak sejak dini.

“Semua anak pada intinya memiliki bakat yang istimewa yang mungkin tidak bisa ditebak. Namun bakat tersebut, tidak akan muncul begitu saja tanpa diasah dan diupayakan untuk dikembangkan,” katanya.

Wabub berharap, melalui kegiatan lomba ini agar bisa menjadi sebuah stimulus dalam merangsang bakat anak untuk ke tingkat jenjang yang lebih tinggi, dan kecintaan kepada khasanah kekayaan budaya bangsa.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pustarda Lamandau, Edison Dewel, mengatakan melalui lomba bercerita tersebut anak-anak akan lebih memahami tentang budaya daerah dengan khasanah legenda ataupun cerita rakyat.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca anak-anak," ungkapnya.

Bahkan, lanjut dia, anak-anak bisa belajar dan memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalam dongeng maupun cerita-cerita legenda yang terjadi di masa lampau. (GANDHI NUSWANTARA)