BORNEONEWS, Pulang Pisau- Membludaknya para peserta pelayanan operasi katarak secara gratis di Kabupaten Pulang Pisau membuat para petugas yang ada di rumah sakit kewalahan.  Pihak rumah sakit melakukan upaya antsiapasi agar pendaftaran berjalan tertib, diantaranya dengan mengerahkan petugas keamanan yang ada di RSUD. Turunnya para petugas keamanan tersebut karena terbatasnnya para petugas yang harus melayani masyarakat dalam proses skrining sebelum dioperasi.

“Memang jumlah pasien yang akan operasi membludak dan hal ini dapat kita antisipasi,” kata Plt Direktur RSUD Pulang Pisau Muliyanto Budihardjo kepada Borneonews di lokasi, Jumat (28/4/2017).

Demikian juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau Muliyanto mengaku telah memerintahkan para petugas puskesmas untuk mendampingi mayarakat yang ada di wilayahnya masing-masing saat akan melakukan pendaftaran di rumah sakit.

“Dari puskesmas juga banyak yang gagal setelah dilakukan skrining, dan yang menentukan para pasien bisa dioperasi adalah dokter spesialis karena mereka harus cek dulu tekanan darah penderita atau apa ada yang terkena diabetes,” terang Muliyanto.

Pria yang kerap disapa dokter Mul ini mengatakan bahwa pelaksanaan pelayanan gratis operasi katarak ini mendapat respon yang luar biasa dengan membludaknya para peserta mendaftar. “Kemungkinan lebih 80 orang yang mendaftar, dan hanya beberapa yang dapat dilayani setelah dilakukan skrining,” jelasnya.

Bertambahnya para para peserta karena ada masyarakat yang mendaftar dari luar skrining di Puskesmas. “Dari Puskemas Pulang Pisau hanya ada 16 orang yang telah kita skrining, tapi ternyata saat berada di rumah sakit ada pasien di wilayah kita yang ikut mendaftar yang tidak skrining melalui Puskesmas Pulang Pisau,” kata dokter Yulia Kepala Puskesmas Pulang Pisau. (JAMES DONNY/B-8)