BORNEONEWS, Buntok - Jembatan penyeberangan yang membentang di atas sungai Surapanji yang menghubungkan Desa Muara Talang, Kecamatan Dusun Selatan dengan Desa Teluk Sampudau, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mendesak untuk diperbaiki secepatnya.

Menurut salah satu warga, Suhardy Wijaya Pratama, kondisi jembatan Surapanji dalam keadaan memprihatinkan seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Puncaknya pada 15/3/2017 yang lalu jembatan ini ambruk saat hujan deras.

“Sejak ambruknya jembatan ini, tidak ada penanganan dari pemerintah daerah setempat. Ini terkesan dibiarkan begitu saja,” kata Suhardy Wijaya Pratama kepada Borneonews, Sabtu (29/4/2017).

Ia menjelaskan sejak ambruk beberapa waktu yang lalu, pihaknya meminta kepada Pemkab Barsel dan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan. Bahkan, telah diberitakan oleh beberapa media cetak dan elektronik. Namun jembatan sangat vital bagi masyarakat setempat itu hingga saat ini belum juga ditangani.

Pihaknya pun sangat menyesalkan karena lambatnya penanganan terhadap infrastruktur sangat vital bagi masyarakat tersebut. “Kita juga heran, kenapa hingga saat ini jembatan Surapanji belum ada tanda-tanda untuk perbaikan. Apakah menunggu sampai ada jatuh korban yang melintas di jembatan tersebut,” tandas dia.

Ia menambahkan, pihaknya tanpa mencari siapa salah siapa benar terkait yang bertanggungjawab atas jembatan tersebut, yang pasti ujarnya, saat ini jembatan Surapanji benar-benar perlu penanganan secepatnya.

Akibatnya, lanjut dia, warga setempat tidak dapat melintasi jembatan tersebut. Untungnya, sebagai alternatif, warga masih bisa menggunakan trasportasi air kelotok berukuran kecil.

Pantauan Borneonews, kondisi jembatan gantung Surapanji itu sangat memprihatinkan diujung jembatan patah, karena tanah disekitar oprit jembatan longsor disebabkan debit air di sungai Surapanji terus naik sehingga terjadi erosi. (URIUTU DJAPER/B-8).