BORNEONEWS, Buntok - Sepekan terakhir ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Buntok sering melakukan pemadaman mendadak, baik malam maupun siang hari. Padamnya listrik itu juga berlangsung lama. Karena itu, koor keluhan warga terdengar. Pasalnya, selain aktivitas masyarakat praktis terganggu, juga karena peralatan elektronik mereka, banyak yang rusak.
“Ya, kesal pastinya. Akibat listrik sering padam secara tiba-tiba ini, alat elektronik milik kami mengalami kerusakan sehingga harus menelan biaya lagi untuk perbaikannya ke tukang service,” kata Yusuf Suardi (45) warga Jalan Karau Buntok akhir pekan ini.
Hal serupa juga dikeluhkan Hj Dinna Zainita, seorang ibu rumah tangga warga Jalan Pahlawan Buntok yang merasa sangat dirugikan dengan pemadaman arus listrik tiba-tiba oleh pihak PLN Buntok.
“Saya tidak habis pikir, dengan pelayanan PLN di Buntok ini. Tidak ada hujan, tidak ada petir dan badai, setiap malam pasti ada saja pemadaman. Padahal jaringan kita sudah bergabung dengan jaringan transmisi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dari Barito Utara ” ucapnya.
Ia mengharapkan pihak PLN, jika ingin melakukan pemadaman listrik kiranya dapat memberitahukan terlebih dahulu sehingga pelanggan bisa bersiap-siap untuk memadaman semua peralaran elektronik di rumahnya.
"Yang lebih celaka lagi, padamnya pasti lebih dari satu jam. Jadinya semua aktivitas yang ada kaitannya dengan aliran listrik sudah jelas akan terhanti. Bahkan tidak jarang, terdengar berbagai sumpah serapah dari sejumlah warga, bila menemuai PLN padam mendadak," ungkapnya.
Sementara Kepala Rayon PLN Buntok, Margono ketika dikonfirmasi PPost mengakui, jaringan PLN di wilayahnya sering terputus. Pasalnya gangguan tersebut sebabkan karena faktor alam yang kurang bersahabat.
"Sebenarnya kami tidak pernah secara manual melakukan pemutusan jaringan, jika memang tidak ada gangguan. Namun peralatan yang bekerja secara otomatis untuk memutuskan jaringan jika terjadi korsleting," ujarnya singkat. (H. LAILY MANSYUR/PPOST/N).








