BORNEONEWS, Kuala Kurun - Anjloknya harga beli karet tidak menjadi alasan para petani karet di Kabupaten Gunung Mas, untuk tidak bekerja. Buktinya, di tengah harga karet yang murah, masyarakat di Kabupaten bermoto bumi habangkalan penyang karuhei tatau, tetap menyadap karet sebagai usaha sehari-hari.

"Walaupun harga karet murah, kami tetap bekerja untuk menyadap karet demi mencukupi kebutuhan keluarga," kata Dagai (45) salah seorang petani karet di Kuala Kurun, Minggu (30/4/2017).

Terkait anjloknya harga karet, Dagai berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama harga komoditas yang menjadi salah satu andalan masyarakat Gunung Mas itu, bisa meningkat lagi. Pasalnya, saat ini harga karet hanya Rp6.000 sampai Rp5.000 per kilogram.

"Tentunya kami sangat berharap harga karet bisa naik lagi. Minimal seperti beberapa waktu lalu Rp10.000 per kilogram," harapnya.

Petani lainnya, Nurmi Yana (32) mengatakan hal senada. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang mengandalkan usaha menyadap karet. Meskipun harga karet anjlok, petani tetap menggeluti usaha menyadap karet.

"Kalau tidak bekerja, bagaimana bisa memenuhi kebutuhan hidup. Kami cuma bisa berharap harga karet cepat membaik," cetusnya. (EPRA SENTOSA/B-2)