BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aksi jambret di Jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat semakin berani saja. Mereka berani beraksi di tengah keramaian. Dua warga Kelurahan Raja punj sempat menjadi korban jambret di hari yang sama.
Salah satunya adalah pedagang jamu gendong, warga RT 12, Jalan Adipati, Gang Beringin, kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, sebut saja Normala (43).
Sore itu ia bermaksud mentransfer uang di salah satu bank nasional di Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di depan Taman Semangat 45.
Saat itu, Normala yang berjalan kaki bersama anaknya hendak menyeberang ke arah ATM. Tiba-tiba saja muncul kendaraan matic jenis Beat menyambar dompet berwarna hitam dengan motif kembang merah yang berada di tangan kirinya.
Mengetahui dompetnya di jambret, Normala berteriak dan sempat mengundang perhatian massa yang langsung melakukan pengejaran. "Tepat di depan Taman 45, saat mau nyebrang dari belakang muncul kendaraan langsung menarik dompet yang saya bawa, saya sempat teriak tapi yang ngejar kehilangan jejak," beber Normala, Minggu (30/4/2017).
Namun karena kalah cepat, penjambret yang melaju naik ke bukit menuju simpang Tugu Adipura lolos dari kejaran massa. Akibatnya, Normala mengalami kerugian berupa uang tunai ratusan ribu, ATM yang berisi uang jutaan rupiah dan surat berharga lainnya.
Ia menjabarkan ciri-ciri penjambret tersebut, menggunakan honda beat tanpa pelat nomor, berperawakan besar dan tidak menggunakan helm.
Sementara itu, warga lainnya juga mengalami peristiwa serupa, kalung emas yang ia kenakan ditarik oleh jambret. Akibat kerasnya tarikan, remaja perempuan ini jatuh dari kendaraan yang ia kendarai. (KOKO SULISTYO/B-2)







