BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau akhirnya menganggarkan pembangunan jalan dari Desa Garantung menuju Desa Sidodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang.
"Masalah jalan, pak bupati sudah mengalokasikan dana dukungan perbaikan dari Desa Garantung ke Desa Sidodadi. Tinggal menuggu waktu lelang pelaksanaannya saja. Dipastikan 2017 ini," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau, M Syaripul Pasaribu, Sabtu (29/4/2017).
Untuk diketahui, desa ini boleh terbilang masuk desa terpencil karena terletak sekitar tiga kilometer lebih dari Desa Garantung. Jarak ini tidaklah begitu jauh jika jalan sudah mulus.
Namun fakta di lapangan, sejak masa transmigrasi era 80-an, warga Desa Sidodadi masih kesulitan meskipun kini pembangunan sudah mulai bertahap dilakukan.
Celakanya, jika dimusim penghujan tiba, warga yang hendak berbelanja atau berurusan ke kecamatan dengan melewati jalan menuju Desa Garantung itu sangat kesulitan.
Meski di tengah susahnya infrastruktur jalan, Desa Sidodadi saat ini tengah memperjuangkan untuk mengharumkan nama kabupaten. Yakni persaingan dengan kabupaten lain dalam ajang lomba bulan bakti gotong royong.
"Kita tahu persis sarana dan prasana disini masih sangat kurang. Namun dalam lomba ini, yang kita tonjolkan gotong royongnya bukan masalah fisiknya," ungkap Syaripul.
Dia menuturkan, dalam lomba bulan bakti gotong royong tingkat provinsi, beberapa hal yang dinilai adalah bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial, budaya, agama dan kebersihan lingkungan.
"Kalau kita bandingkan, mungkin sarana dan prasananya lebih maju desa lain. Namun belum tentu unggul dari bidang yang diperlombakan. Makanya kabupaten menilai ini pantas karena tidak gampang mempertahankan budaya gotong royong yang tinggi," beber Syaripul.
Dia menambahkan, pemerintah kabupaten menilai budaya gotong royong yang tinggi masih bergelora di daerah transmigrasi. Termasuk di Desa Sidodadi ini. Syaripul mencontohkan dari sisi pembangunan balai desa.
Menurutnya, belum ada anggaran dari kabupaten untuk pembangunan balai desa, kecuali di Kelurahan. Namun di desa tersebut, Syaripul kagum dengan semangat gotong royong warga setempat.
"Saya yakin adanya balai desa karena semangat gotong royong. Kami juga sudah melaporkan kondisi jalan ke bupati, karena kita merasakan sendiri pada saat kunjungan terkadang selalu amblas," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-5)
"Masalah jalan, pak bupati sudah mengalokasikan dana dukungan perbaikan dari Desa Garantung ke Desa Sidodadi. Tinggal menuggu waktu lelang pelaksanaannya saja. Dipastikan 2017 ini," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau, M Syaripul Pasaribu, Sabtu (29/4/2017).
Untuk diketahui, desa ini boleh terbilang masuk desa terpencil karena terletak sekitar tiga kilometer lebih dari Desa Garantung. Jarak ini tidaklah begitu jauh jika jalan sudah mulus.
Namun fakta di lapangan, sejak masa transmigrasi era 80-an, warga Desa Sidodadi masih kesulitan meskipun kini pembangunan sudah mulai bertahap dilakukan.
Celakanya, jika dimusim penghujan tiba, warga yang hendak berbelanja atau berurusan ke kecamatan dengan melewati jalan menuju Desa Garantung itu sangat kesulitan.
Meski di tengah susahnya infrastruktur jalan, Desa Sidodadi saat ini tengah memperjuangkan untuk mengharumkan nama kabupaten. Yakni persaingan dengan kabupaten lain dalam ajang lomba bulan bakti gotong royong.
"Kita tahu persis sarana dan prasana disini masih sangat kurang. Namun dalam lomba ini, yang kita tonjolkan gotong royongnya bukan masalah fisiknya," ungkap Syaripul.
Dia menuturkan, dalam lomba bulan bakti gotong royong tingkat provinsi, beberapa hal yang dinilai adalah bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial, budaya, agama dan kebersihan lingkungan.
"Kalau kita bandingkan, mungkin sarana dan prasananya lebih maju desa lain. Namun belum tentu unggul dari bidang yang diperlombakan. Makanya kabupaten menilai ini pantas karena tidak gampang mempertahankan budaya gotong royong yang tinggi," beber Syaripul.
Dia menambahkan, pemerintah kabupaten menilai budaya gotong royong yang tinggi masih bergelora di daerah transmigrasi. Termasuk di Desa Sidodadi ini. Syaripul mencontohkan dari sisi pembangunan balai desa.
Menurutnya, belum ada anggaran dari kabupaten untuk pembangunan balai desa, kecuali di Kelurahan. Namun di desa tersebut, Syaripul kagum dengan semangat gotong royong warga setempat.
"Saya yakin adanya balai desa karena semangat gotong royong. Kami juga sudah melaporkan kondisi jalan ke bupati, karena kita merasakan sendiri pada saat kunjungan terkadang selalu amblas," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








