BORNEONEWS, Sampit - Proyek multiyears, untuk jalan seberang yang menghubungkan Kecamatan Cempaga, Seranau dan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini belum terealisasi.
Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli, Senin (1/5/2017) mengatakan belum terealisasinya jalan itu lantaran masih terkendala status kawasan, mengingat sejumlah ruas jalan masuk dalam kawasan hutan. Kemungkinan besar tahun ini proyek itu belum bisa dilelang.
"Saat ini masih dalam proses di tingkat pusat dan masih menunggu SK pelepasan dari pusat," kata Jhon.
Dikatakan Politisi PDI Perjuangan tersebut, nilai untuk proyek senilai Rp240 miliar tersebut untuk mengerjakan jalan dengan panjang 117 kilometer. Di mana akses yang akan dibuka dari jembatan di Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga hingga ke Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut.
Jika jalan itu terhubung akses untuk ke Pagatan, Kabupaten Katingan hanya sekitar 35 kilometer saja."Ini yang belum dipikirkan pemerintah daerah selama ini, jika jalan seberang ini tuntas tanggung jawab Kabupaten Katingan untuk menghubungkannya," ucap Jhon.
Dengan terealisasinya jalan seberang nanti diharapkan bisa memudahkan pengembangan kawasan seberang. Bahkan menurut rencana beberapa puluh tahun kedepan seberang akan dijadikan sebagai sebuah kota.(NACO/B-10)
Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli, Senin (1/5/2017) mengatakan belum terealisasinya jalan itu lantaran masih terkendala status kawasan, mengingat sejumlah ruas jalan masuk dalam kawasan hutan. Kemungkinan besar tahun ini proyek itu belum bisa dilelang.
"Saat ini masih dalam proses di tingkat pusat dan masih menunggu SK pelepasan dari pusat," kata Jhon.
Dikatakan Politisi PDI Perjuangan tersebut, nilai untuk proyek senilai Rp240 miliar tersebut untuk mengerjakan jalan dengan panjang 117 kilometer. Di mana akses yang akan dibuka dari jembatan di Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga hingga ke Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut.
Jika jalan itu terhubung akses untuk ke Pagatan, Kabupaten Katingan hanya sekitar 35 kilometer saja."Ini yang belum dipikirkan pemerintah daerah selama ini, jika jalan seberang ini tuntas tanggung jawab Kabupaten Katingan untuk menghubungkannya," ucap Jhon.
Dengan terealisasinya jalan seberang nanti diharapkan bisa memudahkan pengembangan kawasan seberang. Bahkan menurut rencana beberapa puluh tahun kedepan seberang akan dijadikan sebagai sebuah kota.(NACO/B-10)








