BORNEONEWS, Kasongan - Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Katingan, baik yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet, pertambangan emas, maupun perusahaan lain, sejauh ini belum ada kejelasan.
Hal ini mengemuka saat perwakilan buruh PT Karya Dewi Putra (KDP) melakukan audensi dengan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie saat peringatan Hari Buruh Internasional, Senin (1/5/2017).
Berdasarkan laporan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah tenaga kerja sesuai data yang disampaikan pihak perusahaan, itu sebanyak 4.000-an orang.
"Jumlah tersebut adalah yang terdata di dinas. Tapi dari laporan pihak KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) bahwa jumlah tenaga kerja di wilayah Kabupaten Katingan mencapai 14 ribuan orang," tutur Bupati Yantenglie.
"Artinya ada data yang tidak singkron. Data di Dinas Tenaga Kerja itu adalah data yang disampaikan atau yang dilaporkan pihak perusahaan. Nanti ini akan disingkronkan sehingga ada data valid yang bisa mengubah data terkait tenaga kerja di wilayah kita ini," sambungnya.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Katingan ini, pihaknya akan membentuk tim guna melakukan pendataan ulang para tenaga kerja atau buruh di wilayah itu.
"Mungkin dimulai dari PT KDP, sebab karyawan yang hari ini datang sebagian adalah tenaga kerja PT KDP itu. Kemudian berlanjut ke perusahaan lainnya, sehingga kita harapkan masalah data tenaga kerja di wilayah kita ini betul-betul terdata dengan benar," katanya. (ABDUL GOFUR/B-3)








