BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 101 petani dan nelayan yang didampingi penyuluh di Kobar berangkat ke Provinsi Aceh. Rombongan akan melaksanakan kegiatan Pekan Nasioal (PENAS) Petani Nelayan di sana.
Penas petani nelayan sendiri merupkan forum pertemuan antara petani dan nelyan sebagai wadah kegiatan belajar tukar menukar informasi pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara petani dan nelayan, para peneliti Penyuluh pihak swasta dan pemerintah.
"Tujuan pelaksanaan ini untuk meningkatkan motivasi dan kegairahan petani nelayan dan petani hutan bersama pelaku agribisnis yang berdayasaing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Juga dapat membangkitkan semangat, tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian perikanan dan kehutanan," ujar Sekda Kobar, Masradin, Selasa (2/5/2017).
Penas XV Petani Nelayan di Provinsi Aceh Tahun 2017 dilaksanakan selama sepekan dari tanggal 6 sampai 11 Mei 2017. Sedangkan waktu tempuh kontingen selama perjalanan dan kegiatan selama sepuluh hari dari tanggal 3 sampai 12 Mei 2017.
"Selain petani dan nelayan, turut ikut dalm rombongan yakni peserta peninjau tujuh orang, yaitu Pejabat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Pimpinan atau Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat serta pelaku agribisnis dan organisasi profesi," kata dia.
Sementata peseta pendamping sebanyak 28 orang. Yaitu pejabat dinas atau badan. kemudian peserta utama yakni petani dan nelayan senanyak 68 orang yaitu Pengurus KTNA kabupaten dan kecamatan petani nelayan yang berprestasi. Petani hutan tani nelayan, wanita tani nelayan, pengelola P4s, pengurus koperasi, Pengurus anggota asosiasi dan pengurus anggota Kelompok Petani Pemakai Air (P3A). "Kegiaan penas XV Petani Nelayan Kabupaten Kobar ini biaya pelaksanaannya dibebankan pada APBD Kobar tahun 2017," pungkas Masradin. (CECEP HERDI/B-8)








