BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalangan anggota DPRD Kota Palangka Raya asal daerah pemilihan (dapil) I turun memantau kondisi jalan yang menurut laporan warga mengalami kerusakan.
"Dari sekian jalan yang ada, Jalan Temanggung Tilung IV ini termasuk parah. Dewan berharap ini masuk dalam musrenbang mendatang," ungkap Riduanto, ketua rombongan DPRD dapil I kepada Borneonews, Selasa (2/5/2017).
Selain itu, sambung dia, kondisi gorong-gorong jembatan di Jalan G Obos VII juga memprihatinkan. Gorong-gorong yang digunakan sangat kecil sehingga saluran air tidak bagitu lancar. Akibatnya sering terjadi banjir di kawasan itu saat hujan deras melanda.
"Padahal saluran drainase Jalan G Obos VII itukan sangat besar, dengan lebar sekitar 2 meter. Karena itu merupakan jalan induk dan aliran air masuk ke drainase besar tersebut. Gorong-gorong jembatanya sangat kecil, dan jembatannya dihancurkan sebelah. Yang sangat disayangkan koordinatornya adalah ketua RT yang melakukan tanda tangan," tutur Riduanto.
Sementara itu, Kepala Seksi SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya, Susi, mengatakan bahwa Jalan Temanggung Tilung IV dan jembatan di Jalan G Obos VII sebenarnya masuk dalam musrenbang, tapi tidak terkover dalam anggaran 2018. Ke depan akan diupayakan masuk dalam anggaran tahun mendatang.
Solusinya dilakukan penanganan darurat terlebih dulu dengan menimbun jalan yang rusak menggunakan dana swakelola. Nominal anggaran swakelola di Bidang Bina Marga sebesar Rp1,5 miliar dan drainase Rp600 juta.
"Kalau untuk menimbun sepanjang jalan yang rusak ini sebenarnya anggarannya tidak cukup karena jaraknya 1 km lebih. Jadi yang ditimbun hanya titik yang rusak parah dengan diameter lubang cukup besar," kata Susi. (TESTI PRISCILLA/B-3)








