BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan pasar modern seperti Alfamart yang merambah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak bisa dihindarkan. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari perkembangan zaman saat ini.

"Salah satu indikator majunya daerah adalah kemunculan pasar modern. Kita tidak bisa menolaknya, pedagang harus siap menghadapi ini,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kotim Hero Harapanno Mandouw, Selasa (2/5/2017).

Hero menambahkan, saat ini pedagang jangan menghadapi itu dengan menjual barang dagangannya saja namun menjual sistem pelayanan dan profesionalisme mereka.

”Misalnya memberi pelayanan dengan baik dan ramah agar pembeli merasa nyaman,” ucap Hero.

Keberadaan pasar modern, tentu menurut Hero suatu ancaman bagi para pedagang tradisional, karena jika kalah bersaing pangsa pasar akan berpindah.

Namun dia yakin jika sistem pasar direvitalisasi dengan profesionalime, maka pasar tradisional akan mampu bersaing.

Dari itu menurut Hero kewajiban bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan infrastruktur penunjang pasar tradisional akan tidak mematikan usaha mereka.

Salah satunya dengan melakukan program rehabilitasi di setiap pasar baik itu di dalam kota maupun di tiap kecamatan yang ada di Kotim, karena pasar tradisional masih dibutuhkan dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Infrastruktur untuk pasar tradisional sudah banyak rusak, ini yang harus segera dibenahi. Agar ke depan pasar tradisional tetap hidup. Karena saat ini harga di pasar tradisonal dan modern perbedaannya cukup besar, jadi masih banyak masyarakat yang membutuhkan keberadaan pasar tradisional,” pungkas Hero.(NACO/B-11)