BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Supervisor Tekhnik Jaringan Listrik PLN Rayon Pangkalan Bun, Edhi Juli Purba tegas mengatakan tidak ada bantuan genset untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). "Tidak ada mas, karena dari kantor wilayah (Kanwil) kami tidak ada intruksi itu," jawab dia saat dihubungi pertelpon, Rabu (3/5/2017) sore ini.

Ia mengakui saat UNBK tingkat SMA/SMK sederajat pihaknya membantu penyediaam genset. Namun entah kenapa untuk tinhkat SMP ini pihaknya enggan menyediakan kembali. Ia juga menerangkan jika konsidi daya listrik di Kobar saat ini sudah surplus. "Tidak akan ada lagi pemadaman listrik, karena kita saat ini sudah surplus," ujarnya lagi.

Meski demikian, kata dia, pihaknya mengaku hanya memiliki satu genset saja yang bisa diberikan untuk membackup pelaksanaan ujian. Itupun biaya bahan bakarnya diserahkan kepada dinas terkait atau pihak sekolah. "Genset kami ada tapi cuman satu. Bukan kami tidak bisa mengupayakan namun seluruh wilayah Kalteng dan Kalsel tidak ada perintah atau penyediaan genset untuk UNBK SMP," tegasnya lagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar justru hawatir jika pelaksanaan UNBK empat sekolah di Kobar ini terkendala listrik. "Harapan kami dari awal PLN bisa mendukung dengan penyediaan genset jika suatu waktu listrik padam, pelaksanaan ujian tetap berjalan normal," kata dia.

Untungnya, saat pelaksanaan UNBK yang digelar tiga gelombang di Kobar sejak pagi tadi. Listrik tidak padam. Sehingga pelaksanaan UNBK SMP yang menumpang ke sekolah SMA dan SMK itu berjalan lancar. (CECEP HERDI/B-8)