BORNEONEWS, Palangka Raya - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) memang baru dilaksanakan tahun ini dan saat ini sedang berlangsung untuk tingkat SMP sederajat. Namun, dari 62 SMP sederajat di Kota Palangka Raya hanya enam sekolah yang melaksanakan UNBK.
Kondisi itu membuat jajaran Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, kecewa. Seperti yang diungkapkan salah seorang anggota Komisi C Rusdiansyah. Ia mengatakan, pihaknya kecewa bukan tanpa alasan. "Dewan jauh sebelumnya sudah pernah menyarankan agar UNBK dilakukan dengan sistem sesi atau bergiliran. Tapi sepertinya tidak diindahkan," ungkap Rusdiansyah kepada Borneonews, Rabu (3/5/2017).
Pernyataan Rusdiansyah itu disampaikan menyusul fakta bahwa dari enam sekolah yang melaksanakan UNBK, tidak ada satupun yang berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Keenam yang melaksanakan UNBK yakni SMP Muhammadiyah, SMP Golden Cristian School, MTsN 1 Model, MTsN 2, MTs Darul Ulum, dan MTs Al Amin.
"Padahal kalau sekolah berkeinginan agar peserta didiknya harus menempuh ujian sistem UNBK, bisa berkoordinasi dengan sekolah yang telah siap melaksanakan UNBK. Dalam arti kata bisa bergantian dalam memakai peralatannya. Ada sesi satu, sesi dua, dan selanjutnya. Intinya saling berkoordinasi. Itu kalau memang benar-benar niat, tidak pasrah pada keadaan," tutur politisi PKB ini.
Ke depan, Rusdiansyah berharap persoalan ini bisa mendapat perhatian penuh dari pemerintah kota. Pasalnya, pendidikan merupakan masa depan, tidak hanya bagi peserta didik yang mengikuti UNBK tapi juga para orang tua yang posisinya akan digantikan oleh generasi saat ini. (TESTI PRISCILLA/B-3)








