BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Sahdin Hasan mengatakan, dirinya menyadari bahwa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan gambaran dari bentuk kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.
Terkait hal itu, ia menilai sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Palangka Raya memiliki kemampuan untuk melaksanakan hal itu, begitu pula dengan para peserta didik. Namun, untuk mewujudkannya tidak bisa dilakukan dengan cepat, harus ada perencanaan matang.
"Pelaksanaan ujian nasional pada umumnya sudah terjadwal, baik waktu maupun harinya. Jadi, walau bagiamana pun disiasati ketika sekolah dipaksakan melaksanakan UNBK dengan sistem bergantian atau per sesi, tetap tidak bisa. Maka untuk sementara waktu biarlah peserta didik tetap melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil," tutur Sahdin.
Sebenarnya, lanjut dia, UN yang setiap tahunnya dilaksanakan bukanlah menjadi hal luar biasa. Namun karena menyangkut persoalan akhir capaian pendidikan, maka menjadi sangat penting.
"Tapi karena ini untuk mengukur kemampuan akademis, akhlak, kesehatan jasmani dan rohani, serta capaian belajar dari seorang peserta didik maupun kesuksesan sebuah lembaga pendidikan, makanya kita agak besar menanggapinya," tutup Sahdin. (TESTI PRISCILLA/B-3)








