BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perilaku para remaja saat ini sudah kelewat batas. Setelah ngetren dengan obat batuk cair untuk ngefly atau teler, mereka juga mengonsumsi obat berbentuk tablet yang mengandung dekstrometorfan.
Terbukti, Borneonews menemukan puluhan keping bungkus bekas obat batuk tablet berserakan di taman terbuka hijau, Pangkalan Bun Park (PP). Bungkus obat itu masih baru. Menandakan obat itu baru saja dikonsumsi.
Berdasarkan penelusuran Borneonews, kawasan belakang Pangkalan Bun Park kerap dijadikan tempat atau ajang para remaja untuk mengkonsumsi obat-obatan. Informasi yang di terima Borneonews untuk mendapatkan efek fly, obat oral ini dikonsumsi bervariatif, antara 1 hingga 2 keping (1 keping setara dengan 4 tablet) dan diminum sekaligus.
Tidak butuh waktu lama, 15 menit kemudian obat itu bereaksi. Apabila ingin cepat ngefly biasanya mereka dorong dengan minuman suplemen, penggunanya mendapatkan rasa tenang dan euforia serta mendapatkan efek halusinogen.
"Efek lainnya kalau sudah ngefly badan juga menggigil, adik saya hingga harus mendapatkan pengawasan super ketat karena kecanduan dan alhamdulilah saat ini sudah sembuh total," beber Nur, yang adiknya merupakan salah satu mantan pengguna. (KOKO SULISTYO/B-2)








