BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Gara-gara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair, SMKN 1 Kapuas menanggung banyak utang. Utang tersebut di antaranya untuk membayar gaji 15 honorer, tagihan rekening listrik, PDAM, dan pembayaran jaringan Internet.
Tidak hanya itu, SMKN 1 Kuala Kapuas juga harus membayar utang kertas selama kegiatan ulangan sekolah dilakukan. Kondisi itu membuat Kepala SMKN 1 Kapuas pusing tujuh keliling.
"Jujur saja, saat ini saya pusing tujuh keliling karena banyak sekali utang yang harus saya bayarkan, seperti bayar uang kertas selama ulangan sekolah berlangsung, listrik, PDAM dan jaringan internet serta gaji honorer," ungkap Kepala SMKN 1 Kuala Kapuas, During, Kamis (4/5/2017) di ruang kerjanya.
Menurutnya, jumlah utang yang harus dibayarnya tidak sedikit. Hitung saja, honor untuk 15 honorer selama 5 bulan, tagihan listrik, PDAM dan internet yang menunggak lima bulan. Jumlahnya cukup signifikan.
Semenjak dana BOS dikelola oleh provinsi, keuangan menjadi tersendat, karena pencairan dana BOS sering terlambat. Apalagi sekarang BOS daerah sudah tidak ada lagi, tinggal BOS pusat saja, keuangan sekolah menjadi lebih menipis.
Seorang satpam di SMKN 1 Kuala Kapuas, mengaku, sejak beberapa bulan terkahir dirinya belum menerima gaji sepeserpun. Sementara kebutuhan rumah tangga banyak yang harus dipenuhi.
"Saya belum tahu kapan honor kami akan dibayarkan, katanya sih menunggu dana BOS cair, tapi nggak tahu kapan akan cair," ujar H Sadi, Kamis (4/5/2017)
Sadi berharap honornya dapat segera dibayarkan, mengingat utang sudah menumpuk. "Utang harus segera dibayar, sebab pemilik warung sudah mulai terlihat cemberut," tutur Saidi. (HAMDI/B-2)








